Timika, Torangbisa.com – Forum Musisi Kamoro Mimika (FOMIKA) terus menunjukkan eksistensinya di Timika. Meski baru berdiri sekitar satu bulan, komunitas musisi ini sudah menggelar aksi sosial dengan membagikan ratusan takjil kepada masyarakat di kawasan lampu merah Timika Mall, Senin (16/03/2026).
Sekretaris FOMIKA, Melati Kasim, mengatakan komunitas tersebut terbentuk dari para musisi yang sudah lama berkarya di Timika.
Sebagian merupakan putra daerah, sementara lainnya berasal dari luar daerah namun telah lama bermukim dan berkarya di Mimika.
“Awalnya kita ini orang-orang lama yang sudah cukup lama bermusik di Timika. Ada yang memang asli dari sini, ada juga yang dari luar tapi sudah melokalkan diri di sini. Karena kegiatan kita sama, akhirnya kita sepakat untuk menyatukan visi dan misi,” ujar Melati Kasim
Ia menjelaskan FOMIKA secara resmi terbentuk pada 16 Februari 2026 dan kini genap berusia satu bulan. Dalam waktu singkat tersebut, para anggota sepakat untuk membangun komunitas yang solid dan memiliki dasar hukum yang jelas.
Menurutnya, saat ini FOMIKA sedang dalam proses pengesahan badan hukum. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) telah diajukan ke notaris dan telah disetujui, sehingga kini tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pengesahan dari Administrasi Hukum Umum (AHU).
“Kami ingin menjadi perkumpulan yang benar-benar berbadan hukum. AD/ART sudah diajukan ke notaris dan sudah di-ACC. Sekarang tinggal menunggu SK pengesahan dari AHU,” jelasnya.
Kegiatan pembagian takjil yang dilakukan di lampu merah Timika Mall merupakan program kerja kedua FOMIKA. Sebelumnya, komunitas ini lebih dulu melakukan kegiatan internal berupa pendataan seluruh anggota.
Dalam kegiatan sosial tersebut, FOMIKA juga berkolaborasi dengan dua komunitas lain yakni Palawa Sirina Pace dan Simple Card. Bersama-sama mereka membagikan sebanyak 263 kotak takjil kepada masyarakat yang melintas.
Melati menjelaskan seluruh persiapan kegiatan dilakukan secara mandiri oleh para anggota komunitas, mulai dari penggalangan dana hingga proses pembagian takjil di lapangan.
“Untuk kegiatan ini kita bekerja sama dengan beberapa komunitas. Dana juga sebagian dari komunitas sendiri dan dukungan dari teman-teman. Dari awal persiapan sampai kegiatan selesai semuanya kita lakukan bersama,” katanya.
Ia menambahkan sebelum kegiatan berlangsung, pihaknya juga telah melakukan pemberitahuan secara resmi kepada sejumlah instansi terkait, termasuk Kepolisian dan Dinas Koperasi dan UMKM, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib.
Menurut Melati, respon masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat positif. Bahkan sejumlah warga yang menerima takjil turut berinteraksi dengan para anggota komunitas, mulai dari bernyanyi bersama hingga berfoto bersama.
“Kami awalnya berpikir ini hanya kegiatan sosial biasa, tapi ternyata masyarakat menyambut sangat baik. Mereka ikut bernyanyi, foto bersama dan benar-benar merangkul kegiatan ini dengan penuh kebersamaan,” ujarnya.
Melati berharap ke depan FOMIKA dapat terus menjadi wadah bagi para musisi di Mimika untuk berkarya sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan budaya.

















