Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menggagas transformasi pengelolaan sampah melalui konsep “Papa Berseri” (Pilah, Angkut, Pengolahan, dan Proses Akhir) sebagai langkah strategis mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, tertib, dan berkelanjutan.
Inisiatif ini disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, dalam acara peluncuran Bank Sampah Unit-Kios Sampah Inauga.
“Hari ini, kita tidak sekadar hadir dalam sebuah acara seremonial, namun kita berkumpul dalam sebuah momentum perubahan, sebuah langkah besar untuk masa depan Kabupaten Mimika yang lebih bersih, sehat, tertib, dan berkelanjutan,” ujar Ananias Faot.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah bukan lagi urusan kecil, melainkan tantangan besar yang membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Iwaka yang menjadi perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Konsep “Papa Berseri” menjadi solusi yang ditawarkan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk mengatasi permasalahan sampah.
Salah satu langkah konkretnya adalah peluncuran Bank Sampah Unit-Kios Sampah Inauga, yang bukan hanya menjadi tempat menabung sampah, tetapi juga model ekonomi sirkular yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Melalui aplikasi digital, sampah yang dipilah dan ditimbang akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukar dengan sembako.
Program ini diharapkan dapat membantu warga mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan memperbaiki kualitas lingkungan.
Ananias Faot mengapresiasi kepada Kelurahan Inauga atas inisiatif ini, dan berharap dapat menjadi contoh bagi kelurahan dan kampung lainnya.
Pemerintah menargetkan 22 kios sampah aktif di seluruh kelurahan/kampung dengan melibatkan lebih dari 2.200 nasabah secara langsung pada tahun ini.
“Perubahan tidak terjadi kalau kita hanya duduk dan menunggu. Perubahan terjadi kalau kita bergerak bersama,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, masyarakat, sekolah, gereja, masjid, komunitas, dan dunia usaha, untuk turut terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para petugas kebersihan, operator aplikasi, dan seluruh tenaga lapangan yang telah bekerja keras menjaga kota tetap layak huni dan indah.
Kepada masyarakat Inauga, Ananias Faot mengajak untuk menjadikan program ini sebagai bagian dari hidup sehari-hari, dengan memilah sampah dari rumah dan mengurangi sampah plastik.
“Supaya anak cucu kita hidup sehat dalam lingkungan yang sehat,” imbuhnya.














