TIMIKA, (torangbisa.com) – Perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mencatat rekor baru
Kali ini, Kabupaten Mimika kembali menunjukkan wajah kebersamaan dan toleransi yang kuat di tengah keberagaman masyarakatnya melalui kegiatan yang digagas oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Tercatat, sebanyak 7.386 peserta yang tergabung dalam 142 kontingen dipastikan ambil bagian dalam Pawai Ta’aruf Tahun Baru Hijriah 1448 H yang akan digelar pada Selasa pagi (16/6/2026).
Jumlah tersebut menjadi catatan tersendiri dalam pelaksanaan Pawai Ta’aruf di Mimika. Ribuan peserta yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, majelis taklim, dewan kemakmuran masjid, organisasi kemasyarakatan, komunitas, paguyuban daerah, hingga instansi dan kelompok masyarakat lainnya menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah peringatan Tahun Baru Hijriah di Kabupaten Mimika.
Sekretaris Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika, Taslim Renwair, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat merupakan cerminan kuatnya semangat kebersamaan yang tumbuh dan terjaga di tengah masyarakat Mimika yang majemuk.
“Alhamdulillah, hingga saat ini jumlah peserta yang terdaftar mencapai 7.386 orang dari 142 kontingen. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan dan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Hijriah,” ujar Taslim Minggu, (14/6/2026).
Menurutnya Taslim, keberhasilan menghimpun ribuan peserta tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Mimika, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga yang selama ini terus menjaga kehidupan yang harmonis.
Ia menilai iklim toleransi yang tumbuh di Mimika telah menjadi kekuatan utama dalam mempererat hubungan sosial antarwarga.
Bahkan, Kabupaten Mimika sebelumnya memperoleh pengakuan nasional sebagai Kabupaten dengan Kepemimpinan Toleransi Terbaik dari Kementerian Agama, sebuah penghargaan yang mencerminkan komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kerukunan.
“Dukungan pemerintah daerah sangat besar dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi seluruh masyarakat. Pengakuan nasional yang diterima Mimika menjadi bukti bahwa toleransi dan kebersamaan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Hal itu pula yang menumbuhkan rasa solidaritas dan saling menghormati antarumat beragama,” katanya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 H, panitia juga menggelar doa bersama lintas agama pada Senin (15/6/2026), “paparnya.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di Kabupaten Mimika.
Menurut Taslim, doa lintas agama menjadi simbol bahwa keberagaman yang dimiliki Mimika merupakan kekuatan yang harus terus dirawat dan dijaga bersama.
“Perbedaan yang ada justru menjadi perekat yang memperkuat persaudaraan. Karena itu kami mengapresiasi seluruh pihak yang terus menjaga harmoni dan mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan di Mimika,” imbuhnya.
Panitia memastikan seluruh persiapan pelaksanaan pawai telah dimatangkan. Ribuan peserta dijadwalkan mengikuti rute yang telah ditetapkan panitia dengan tetap mengedepankan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama.
Dengan jumlah peserta mencapai 7.386 orang, Pawai Ta’aruf Tahun Baru Hijriah 1448 H diprediksi menjadi salah satu kegiatan masyarakat terbesar yang digelar di Mimika tahun ini. Lebih dari sekadar perayaan tahunan, kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata semangat kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi yang terus tumbuh di tengah masyarakat Mimika yang beragam.
Untuk diketahui, panitia telah menetapkan rute Pawai Ta’aruf Tahun Baru Hijriah 1448 H yang akan dilalui oleh ribuan peserta. Pawai akan dimulai dari Pasar Lama, kemudian bergerak menuju Jalan Pendidikan, melintasi Jalan Budi Utomo ke arah Diana, selanjutnya melewati kawasan Gereja Katedral Tiga Raja, menuju Jalan Yos Sudarso, dan kembali berakhir di Pasar Lama sebagai titik finis.
Panitia mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti rute yang telah ditentukan, menjaga ketertiban selama perjalanan, serta mematuhi arahan petugas guna memastikan kegiatan berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.





















