Timika, Torangbisa.com – Ratusan masyarakat Papua menggelar aksi penyampaian aspirasi di Bundaran Timika Indah, Jumat pagi (1/5/2026) sekitar pukul 09.40 WIT.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan situasi keamanan, kemanusiaan, serta kebijakan pembangunan di Papua.
Aksi yang berlangsung secara damai itu diwarnai dengan orasi dari sejumlah perwakilan masyarakat yang menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi Papua yang mereka nilai sedang berada dalam situasi darurat militer dan kemanusiaan.
Massa menilai bahwa pendekatan keamanan dan pembangunan di Papua perlu dievaluasi demi terciptanya ruang hidup yang lebih aman dan damai bagi masyarakat sipil.
Dalam tuntutannya, massa menyatakan penolakan terhadap sejumlah program pemerintah yang mereka anggap tidak berpihak pada kebutuhan masyarakat Papua, termasuk keberadaan pos-pos militer di berbagai wilayah Papua serta beberapa program strategis nasional yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat adat.
Selain itu, massa juga menyerukan agar konflik bersenjata antara kelompok bersenjata dan aparat keamanan dapat segera dihentikan melalui langkah dialog dan gencatan senjata.
Menurut mereka, perdamaian menjadi kebutuhan utama agar masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman tanpa bayang-bayang konflik berkepanjangan.
“Kami bukan mencari masalah, kami hanya ingin kedamaian di tanah Papua,” seru salah satu orator di tengah aksi.
Dalam aksi tersebut, sebagian massa juga menyuarakan aspirasi terkait aktivitas perusahaan tambang besar di Papua yang menurut mereka perlu dievaluasi dari sisi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan terhadap masyarakat setempat.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib hingga selesai. Sejumlah peserta berharap suara mereka dapat didengar oleh pemerintah pusat maupun daerah sebagai bagian dari upaya mencari solusi damai atas berbagai persoalan di Tanah Papua.















