Kabar KampungKesehatan

Pucuk Bakau Jadi Teh Herbal, Yosefina Mapareyau Raup Minat Pembeli Melalui Postingan di Medsos

×

Pucuk Bakau Jadi Teh Herbal, Yosefina Mapareyau Raup Minat Pembeli Melalui Postingan di Medsos

Sebarkan artikel ini
Pembuat Teh Mangrove, Yosefina Mapareyau saat memperlihatkan daun pucuk Mangrove setelah diiris dan dikeringkan (foto: Riki Lodar/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Kreativitas warga Kampung Pigapu, Kabupaten Mimika, patut diacungi jempol. Salah satunya ditunjukkan oleh Yosefina Mapareyau yang berhasil mengolah daun bakau (mangrove) menjadi teh herbal yang kini diminati masyarakat.

Yosefina mengatakan, kerajinan yang ia tekuni saat ini adalah membuat teh dari daun bakau. Proses pembuatannya dilakukan secara sederhana namun membutuhkan ketelatenan, mulai dari memetik pucuk daun hingga proses pengeringan.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Jadi kerajinan tangan saya itu membuat daun teh dari bakau (mangrove). Biasanya mulai dari jam 6 sampai jam 7 pagi saya sudah iris daun, kemudian dijemur sampai kering. Kalau masih basah, dijemur lagi sampai benar-benar kering,” ujarnya.

Ia menjelaskan, teh mangrove tersebut awalnya dibuat untuk dikonsumsi sendiri. Namun seiring waktu, banyak orang yang tertarik setelah ia membagikan proses pembuatannya melalui status WhatsApp.

“Awalnya buat pakai sendiri, tapi karena saya biasa posting di story WA, jadi orang-orang lihat dan mulai pesan,” katanya.

Yosefina menjual teh mangrove tersebut dalam kemasan plastik seberat 25 gram dengan harga Rp30 ribu per bungkus.

Meski diproduksi secara rumahan, teh ini dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

Menurutnya, teh mangrove dipercaya dapat membantu menurunkan gula darah, meredakan asam urat, mengatasi gangguan pernapasan (hosa), membantu pasangan yang belum memiliki keturunan, hingga membantu penyembuhan luka.

Dalam proses produksinya, Yosefina tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh adiknya yang bertugas mencari pucuk daun bakau di kawasan pesisir.

“Kalau saya yang buat, mulai dari iris daun sampai jemur. Sedangkan adik saya yang pergi ambil pucuk daun bakau di tempat cari keraka,” jelasnya.

Dengan usaha sederhana ini, Yosefina berharap teh mangrove buatannya dapat semakin dikenal masyarakat luas sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya.