Scroll untuk baca artikel
Halo Polisi

Polda Papua dan Pemerintah Belanda Bahas Keamanan serta Pembangunan Papua

×

Polda Papua dan Pemerintah Belanda Bahas Keamanan serta Pembangunan Papua

Sebarkan artikel ini
Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., didampingi Karo Ops Polda Papua Kombes Pol. Sih Harno, S.H., M.H., dan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito saat menerima kunjungan kehormatan Deputy Head of Mission atau Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm (Foto: Istimewa)

Jayapura, Torangbisa.com — Polda Papua menerima kunjungan kehormatan Deputy Head of Mission atau Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, beserta tim di Ruang Kerja Wakapolda Papua.

Dalam keterangan yang diberikan kepada awak media, kunjungan tersebut diterima Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., didampingi Karo Ops Polda Papua Kombes Pol. Sih Harno, S.H., M.H., dan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P pada Senin (21/9/2026) kemarin.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Pertemuan tersebut menjadi forum pertukaran informasi mengenai kondisi terkini di Papua. Sejumlah isu yang dibahas meliputi situasi keamanan, penegakan hukum, persoalan sosial, pendidikan, kesehatan, serta tantangan pembangunan di wilayah pegunungan dan daerah terpencil.

Adriaan Palm mengatakan kunjungannya merupakan bagian dari upaya Pemerintah Belanda memperoleh gambaran langsung mengenai perkembangan di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, informasi yang diperoleh melalui media perlu dilengkapi dengan pengalaman dan pengamatan langsung di lapangan, termasuk melalui dialog dengan pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan di daerah.

“Kunjungan langsung memberikan kesempatan untuk memahami kondisi di lapangan secara lebih utuh. Kami ingin mendengar berbagai pandangan dan melihat perkembangan yang terjadi sejak kunjungan sebelumnya,” ujar Adriaan Palm.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Belanda juga menyampaikan komitmen untuk terus memperkuat hubungan dan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia. Kerja sama tersebut berpotensi mencakup sejumlah sektor, seperti pertanian, pengelolaan air, energi terbarukan, lingkungan, kemaritiman, pendidikan, dan kebudayaan.

Adriaan menyebut sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan melalui pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas, termasuk pengembangan padi serta teknologi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan.

Selain itu, pengalaman Belanda dalam pengelolaan air dan lingkungan dinilai dapat menjadi bagian dari kerja sama yang disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia.

“Hubungan Indonesia dan Belanda dibangun berdasarkan prinsip kemitraan dan kerja sama yang setara. Ada banyak tantangan bersama yang dapat kita hadapi melalui kolaborasi, termasuk perubahan iklim, energi, lingkungan dan masa depan generasi muda,” katanya.

Sementara itu, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir mengatakan kondisi keamanan di Papua masih menjadi perhatian, khususnya di sejumlah wilayah yang memiliki tantangan geografis dan potensi gangguan keamanan.

Ia menjelaskan, kepolisian terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di masing-masing wilayah hukum serta menindaklanjuti setiap informasi yang diterima melalui mekanisme sesuai ketentuan dan kondisi di lapangan.

“Penanganan keamanan tidak dilakukan oleh aparat secara sendiri-sendiri. Kami terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan melibatkan masyarakat untuk memperoleh informasi serta menjaga stabilitas keamanan,” ujar Muhajir.

Menurutnya, keberadaan kelompok bersenjata di sejumlah wilayah Papua memiliki berbagai latar belakang yang perlu dilihat secara menyeluruh. Pemerintah dan aparat keamanan, kata dia, terus mendorong pendekatan sosial dan kemanusiaan, termasuk membuka ruang komunikasi serta memberikan akses pendidikan bagi masyarakat dan anak-anak di wilayah terdampak.

“Mediasi dan ruang komunikasi tetap penting sebagai bagian dari upaya penyelesaian jangka panjang. Namun, apabila terdapat tindakan yang mengancam keselamatan masyarakat, aparat tetap memiliki kewajiban melakukan penanganan sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Karo Ops Polda Papua Kombes Pol. Sih Harno menambahkan, kondisi geografis Papua menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pelayanan publik maupun penanganan keamanan.

Sejumlah wilayah memiliki akses transportasi yang terbatas sehingga sulit dijangkau. Karena itu, setiap laporan masyarakat perlu ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dengan mengedepankan data dan bukti yang jelas.

“Kepolisian akan menindaklanjuti setiap laporan berdasarkan data dan bukti yang tersedia. Hal ini penting untuk memastikan setiap proses penegakan hukum dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Sih Harno.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito mengatakan pembangunan fasilitas pelayanan dasar di Papua terus dilakukan. Namun, sejumlah wilayah masih menghadapi tantangan keamanan yang berdampak terhadap keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.

“Puskesmas, sekolah dan berbagai fasilitas pelayanan masyarakat telah dibangun hingga tingkat distrik dan kampung. Tantangannya adalah bagaimana memastikan fasilitas tersebut dapat terus berfungsi dan masyarakat maupun tenaga pelayanan dapat menjalankan aktivitas dengan aman,” ujar Cahyo.

Selain keamanan dan pembangunan, pertemuan tersebut turut membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan.

Pemerintah Belanda berencana membangun komunikasi dengan sejumlah universitas di Indonesia, termasuk di Papua, untuk mengidentifikasi peluang kerja sama pendidikan, penelitian, dan pertukaran pengetahuan.

Bidang kebudayaan juga menjadi salah satu perhatian, antara lain melalui upaya mendorong pertukaran antarmasyarakat Indonesia dan Belanda.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan komunikasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda, khususnya dalam memahami kondisi Papua secara langsung serta mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat mendukung pembangunan dan peningkatan kapasitas masyarakat.