Timika, Torangbisa.com – Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam mewujudkan kota yang bersih bukan semata-mata banyaknya sampah yang dihasilkan masyarakat, melainkan belum optimalnya sistem pelayanan lingkungan yang dijalankan.
Menurut Merlyn, setiap tahun pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit untuk menjaga kebersihan kota.
Berbagai armada pengangkut sampah disiapkan, petugas kebersihan bekerja setiap hari, serta laporan pertanggungjawaban anggaran disusun sesuai ketentuan.
Namun, di lapangan kondisi tersebut belum sepenuhnya memberikan hasil yang diharapkan.
Tumpukan sampah masih terlihat di sejumlah sudut kota, titik-titik pembuangan liar terus bermunculan, dan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah masih tergolong rendah.
“Setiap tahun pemerintah mengalokasikan anggaran untuk menjaga kebersihan kota. Armada disiapkan, petugas bekerja, dan laporan pertanggungjawaban disusun dengan baik. Namun di saat yang sama, masyarakat masih menjumpai tumpukan sampah di berbagai sudut kota, titik pembuangan liar terus bermunculan, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah masih rendah,” ujar Merlyn.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama pelayanan lingkungan bukan hanya terletak pada volume sampah, melainkan pada bagaimana sistem pelayanan lingkungan dirancang, dikelola, dan mampu menjangkau seluruh wilayah secara efektif.
Merlyn menekankan bahwa diperlukan pembenahan sistem yang lebih terintegrasi, mulai dari penguatan pelayanan berbasis kewilayahan, peningkatan kesadaran masyarakat, hingga kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
Dengan sistem yang baik, anggaran yang dikeluarkan pemerintah akan memberikan dampak nyata terhadap kebersihan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
Ia berharap pengelolaan sampah di Distrik Mimika Baru ke depan tidak lagi hanya berorientasi pada pengangkutan sampah, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan melalui pelayanan yang efektif, berkelanjutan, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.













img class="alignnone size-full wp-image-34144" src="https://torangbisa.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260615-WA0247.jpg" alt="" width="1080" height="1350" />








