Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika bersama keluarga Mama Yuliana akhirnya mencapai kesepakatan atas persoalan lahan pembangunan jalan di kawasan Bundaran Petrosea.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan acara adat dan doa bersama sebagai simbol dimulainya kembali pembangunan tanpa hambatan.
Bupati Mimika, Johannes Rettob menyampaikan bahwa selama proses pembangunan jalan tersebut terdapat kekurangan dari pihak pemerintah, terutama dalam hal koordinasi dan penyelesaian persoalan tanah dengan keluarga pemilik hak ulayat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga Mama Yuliana dan seluruh keluarga, karena saat pembangunan jalan ini kami tidak berkoordinasi secara baik. Pembangunan terus berjalan tanpa penyelesaian yang tuntas,” ungkapnya.
Bupati Rettob menjelaskan, beberapa hari sebelumnya telah dilakukan pertemuan dan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama yang disaksikan keluarga.
Atas permintaan Mama Yuliana, digelar acara adat dan doa sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan, leluhur, serta almarhum yang berjasa membuka dan mengelola lahan di kawasan tersebut.
Bupati mengingatkan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar lokasi, agar tidak lagi melakukan pemalangan atau mengganggu proses pembangunan.
“Berikan kepercayaan kepada pemerintah untuk membangun Mimika ini secara bersama. Kalau ada pembangunan di sini, jangan lagi ganggu-ganggu,” tegasnya.
Ia juga menanggapi berbagai isu miring yang menyebut pemerintah tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut.
Menurutnya, masyarakat tidak mengetahui proses negosiasi panjang yang telah dilakukan hingga akhirnya tercapai titik temu.
“Hari ini kita sama-sama selesaikan. Jalan ini kita bangun untuk dipakai bersama,” katanya.
Bupati langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera melanjutkan pekerjaan perapian jalan agar keesokan harinya sudah bisa dilalui secara normal. Bahkan, pada tahun ini direncanakan jalan tersebut akan diaspal hingga tuntas.
Selain itu, ia berpesan kepada masyarakat agar tidak sembarangan menjual tanah demi kepentingan sesaat.
“Kita bangun daerah ini bersama, tapi jangan jual tanah sembarangan. Itu penting untuk masa depan kita,” pesannya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak, termasuk instansi pertanahan dan lembaga pendidikan yang turut mendukung pembangunan kawasan tersebut.













