Timika, Torangbisa.com – Kepala Cabang PELNI Timika, Sigit Sujatmoko, menegaskan pentingnya kesadaran penumpang untuk menempati tempat duduk sesuai nomor tiket guna menciptakan kenyamanan dan ketertiban selama perjalanan laut.
Ia mengingatkan seluruh penumpang kapal agar mematuhi aturan penempatan tempat duduk (seat) sesuai dengan nomor yang tertera pada tiket.
Hal ini disampaikannya saat diwawancarai awak media di Eme Neme Yauware, Rabu (25/03/2026).
Menurutnya, sistem penempatan seat sudah diatur dengan jelas, namun dalam praktik di lapangan sering kali dipengaruhi oleh karakteristik penumpang, kondisi demografi, hingga tingkat kesadaran masyarakat.
“Seat itu harus sesuai dengan nomor tiket. Tapi memang di lapangan kadang siapa yang datang duluan langsung menempati, padahal seharusnya tidak seperti itu,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan, bagi penumpang yang tidak mendapatkan kursi (non-seat), pihak PELNI telah menyediakan fasilitas tambahan berupa matras atau kasur yang ditempatkan di beberapa area kapal, seperti lorong-lorong maupun ruang dekat Anak Buah Kapal (ABK).
Untuk menjaga ketertiban, pihak kapal secara rutin memberikan imbauan melalui sistem pengeras suara (public address).
Selain itu, petugas pelayanan kapal juga aktif mengarahkan penumpang sejak awal naik ke kapal agar langsung menuju dek sesuai tiket masing-masing.
“Begitu penumpang masuk, biasanya langsung kita arahkan. Misalnya, dek berapa, langsung kita tunjukkan tempatnya. Penumpang juga bisa bertanya kepada petugas di atas kapal,” jelasnya.
Sigit menegaskan bahwa kondisi penumpang yang berpindah tempat bukan merupakan praktik jual beli seat, melainkan lebih kepada dinamika di lapangan, terutama di wilayah timur yang sering mengalami perubahan jumlah penumpang di setiap pelabuhan singgah.
“Kadang awalnya kosong, lalu di pelabuhan berikutnya terisi. Ada yang merasa sudah menempati, tapi nanti petugas akan mengarahkan kembali sesuai nomor seat masing-masing,” tambahnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan adanya layanan tambahan (add-on) berupa kamar yang dapat digunakan penumpang untuk kenyamanan lebih.
Saat ini, sistem kelas seperti kelas 1 dan kelas 2 sudah tidak berlaku, dan seluruh tiket menggunakan kategori ekonomi. Namun, penumpang tetap bisa mendapatkan fasilitas kamar melalui layanan tambahan dengan jumlah terbatas.
“Kalau ingin pelayanan lebih seperti kamar, bisa mengakses layanan add-on melalui kantor cabang. Tapi harus cepat karena kapasitasnya terbatas,” tutup Sigit.












