Hukum dan Kriminal

Pendekatan Persuasif Jadi Kunci, Irwasda Polda Papua Tengah Tegaskan Aparat Hindari Eskalasi Konflik

×

Pendekatan Persuasif Jadi Kunci, Irwasda Polda Papua Tengah Tegaskan Aparat Hindari Eskalasi Konflik

Sebarkan artikel ini
Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Gatot Suprasetya (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Gatot Suprasetya, menegaskan bahwa penanganan situasi keamanan di wilayah Kwamki Narama dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif guna mencegah meluasnya konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul insiden pembakaran pos Brimob yang terjadi dalam kondisi kosong.

Gatot memastikan bahwa langkah aparat di lapangan tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian serta menghindari penggunaan kekuatan berlebihan.

“Kami tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Anggota di lapangan hanya menggunakan peluru karet dan peluru hampa, bukan peluru tajam. Itu sebagai bukti bahwa kami tidak ingin memperparah situasi,” ujarnya.

Ia juga meluruskan informasi yang beredar terkait dugaan aparat masuk ke rumah warga. Menurutnya, tindakan yang dilakukan petugas adalah penertiban tenda-tenda di pinggir jalan yang kerap digunakan sebagai titik berkumpul.

“Tenda-tenda itu dibersihkan agar tidak menjadi tempat berkumpul yang berpotensi memicu konflik. Informasi yang kami terima, aktivitas di sana termasuk memasak dan menyiapkan logistik untuk kelompok yang akan kembali berkonflik,” jelasnya.

Selain itu, aparat turut melakukan langkah pengamanan secara terukur, termasuk upaya pengambilan senjata tajam secara diam-diam guna mencegah bentrokan susulan. Gatot menegaskan, hingga saat ini tidak ada korban jiwa baik dari pihak kepolisian maupun masyarakat.

“Kami memilih mengalah. Jika ada potensi serangan, anggota diminta mundur terlebih dahulu. Kami utamakan keselamatan semua pihak,” tegasnya.

Terkait keberadaan pos penyekatan yang sempat menjadi perhatian, Gatot menjelaskan bahwa pos tersebut dibangun untuk mencegah pertemuan dua kelompok yang berpotensi bentrok.

“Pos itu dibuat untuk menjaga agar mereka tidak saling bertemu. Kalau memang mau dibongkar, silakan saja, karena tujuan utamanya adalah menjaga keamanan bersama,” tambahnya.