Ekonomi

Pabrik Pakan di SP6 Bisa Tekan Harga dan Inflasi Daerah, Perlu Jadi Perhatian Bersama

×

Pabrik Pakan di SP6 Bisa Tekan Harga dan Inflasi Daerah, Perlu Jadi Perhatian Bersama

Sebarkan artikel ini
Sekertaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andika Thie (foto: Riki Lodar/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Sekertaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andika Thie mengatakan pembangunan pabrik pakan ternak yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Peternakan sejak tahun 2024 nantinya bisa menekan harga pakan dan tekan inflasi.

“Pabrik pakan ini merupakan tindak lanjut dari program studi banding Komisi II bersama Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian ke salah satu daerah di Pulau Jawa tahun lalu, guna mencari solusi atas mahalnya harga pakan ternak di Mimika,” jelas Adrian.

Ia mengungkapkan, tingginya harga pakan ternak, khususnya pakan babi, menjadi persoalan serius bagi peternak lokal. Saat ini harga pakan ternak babi di Mimika berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp500 ribu, sehingga sangat memberatkan peternak.

“Harapan kami, dengan adanya pabrik pakan ternak ini, peternak lokal bisa terbantu dan harga pakan dapat ditekan sehingga usaha peternakan tetap berjalan dan menguntungkan,” ujarnya.

Adrian juga menambahkan bahwa sinergi antara Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian, terutama dalam penyediaan bahan baku pakan. Salah satu bahan utama pakan ternak adalah jagung hibrida yang mencapai 50 persen komposisi pakan, selain konsentrat dan dedak.

“Selama ini ketiga bahan baku tersebut masih didatangkan dari luar daerah. Ini tentu berpengaruh terhadap harga pakan. Kami berharap petani lokal bisa dilibatkan untuk menyiapkan stok jagung hibrida agar dikelola oleh Dinas Peternakan,” katanya.

Lebih lanjut, Adrian mengingatkan bahwa ternak babi merupakan komoditas lokal yang pernah berkontribusi terhadap kenaikan inflasi di Kabupaten Mimika pada tahun 2015 akibat harganya yang sangat tinggi.

“Jika harga babi bisa turun, maka inflasi daerah juga bisa ditekan. Namun itu harus didukung dengan ketersediaan pakan yang terjangkau agar peternak tidak merugi,” jelasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Komisi II menemukan bahwa pabrik pakan ternak sempat beroperasi hingga Mei 2025, namun hingga kini belum berjalan kembali.

“Kami melihat ini perlu perhatian serius. Dibutuhkan kerja sama semua stakeholder, baik Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, maupun pengelola pakan, agar pabrik ini benar-benar berfungsi dan memberi manfaat bagi peternak,” tegas Adrian.

Ia berharap ke depan seluruh pihak dapat bergandeng tangan mencari solusi terbaik demi ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak di Kabupaten Mimika.

“Kita ingin pakan ternak bisa diproduksi sendiri di Timika, sehingga masalah pangan dan peternakan di Mimika benar-benar terjamin,” pungkasnya.

Ekonomi

Jakarta, Torangbisa.com  – Platform layanan logistik kendaraan terkemuka, Antarmobil.id, resmi membuka peluang kemitraan strategis bagi masyarakat Indonesia yang memiliki aset properti tak terpakai. Melalui program “Mitra HUB Antarmobil”, perusahaan mengajak pemilik lahan kosong, halaman ruko, atau garasi luas untuk mengubah aset tidur mereka menjadi sumber pendapatan pasif (passive income) yang menjanjikan.

Ekonomi

Jakarta,Torangbisa.com – Kementerian Koperasi sedang melakukan sejumlah perubahan dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Di antaranya adalah mengubah strategi komunikasi sehingga lebih menjangkau kelompok Milenial dan Gen Z.