Timika, Torangbisa.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, KH. Muh Amin, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk menertibkan peredaran minuman keras (miras) serta mengatur operasional tempat hiburan malam (THM) selama bulan suci Ramadan.
Sehingga pelaksanaan ibadah Ramadan di Kabupaten Mimika dapat berlangsung aman, damai, dan harmonis, sebagaimana citra daerah yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling harmonis di Tanah Papua.
“Selama bulan suci Ramadan ini, saya minta agar suasana tetap aman, damai, dan harmonis. Maka kami meminta kepada pemerintah daerah agar menertibkan peredaran minuman keras. Kalau bisa, untuk sementara di bulan Ramadan tidak ada penjualan minuman keras,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk mencegah potensi gangguan ketertiban umum, seperti tindakan mabuk-mabukan yang dapat mengganggu kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah.
Ia menjelaskan, selama Ramadan umat Islam memiliki aktivitas ibadah yang cukup padat, khususnya pada malam hari, mulai dari salat Magrib, salat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga iktikaf pada 10 malam terakhir Ramadan.
“Karena konsentrasi umat Islam itu di malam hari, maka untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya penjualan minuman keras termasuk operasional tempat hiburan malam diatur sedemikian rupa selama Ramadan,” tegasnya.
Selain itu, KH. Muh Amin juga meminta aparat kepolisian untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan kendaraan roda dua dengan knalpot racing yang dinilai mengganggu ketenangan masyarakat.
Ia juga menyoroti maraknya aksi balap liar yang kerap terjadi usai salat Tarawih maupun setelah salat Subuh di sejumlah ruas jalan dalam Kota Timika.
Ia berharap langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini agar bulan Ramadan di Timika dapat dijalani dengan penuh ketenangan, keamanan, dan kekhusyukan oleh seluruh umat Islam.
“Kami minta kepada pihak kepolisian agar menertibkan penggunaan knalpot racing serta mengantisipasi balapan liar yang sering terjadi setelah Tarawih dan Subuh. Ini penting agar suasana Ramadan benar-benar terasa khidmat dan sakral,” katanya.















