Timika, Torangbisa.com – Benda menyerupai peluru yang sempat dilaporkan warga kepada kepolisian di Mimika dipastikan bukan amunisi asli.
Kapolres Mimika, AKBP Alredo A. Rumbiak, menjelaskan bahwa benda tersebut merupakan mainan berbentuk selongsong peluru yang dirangkai menjadi aksesori kalung.
Peristiwa itu bermula saat seorang pria sedang duduk sambil minum bersama rekannya. Pria tersebut kemudian mengeluarkan benda menyerupai selongsong peluru yang dijadikan kalung.
Melihat benda itu, rekannya menduga bahwa pria tersebut memiliki peluru asli dan memutuskan melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Dugaan tersebut muncul di tengah maraknya pemberitaan mengenai pengungkapan kasus yang berkaitan dengan peluru.
“Ketika dia sedang duduk-duduk minum, dia mengeluarkan mainan-mainan yang berupa seperti peluru, itu selongsongnya saja, yang mana itu berbentuk kalung. Jadi temannya kira dia ini punya peluru,” ujar AKBP Alredo, Jumat (9/10/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan pemeriksaan guna memastikan jenis benda yang dimaksud.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa benda itu hanyalah imitasi berbentuk peluru yang digunakan sebagai aksesori, bukan amunisi sungguhan.
“Setelah kami respon, memang betul dia punya mainan-mainan peluru. Bukan peluru, tapi mainan peluru, yang berbentuk kalung,” jelasnya.
Terkait kemungkinan benda tersebut diamankan, Kapolres menegaskan bahwa benda itu hanya berupa mainan. Ia juga menyebutkan bahwa benda tiruan menyerupai peluru cukup umum digunakan sebagai hiasan, termasuk untuk dekorasi rumah.
“Tidak, itu kan cuma mainan-mainan saja. Sekarang juga banyak hiasan di rumah berbentuk peluru besar. Tapi itu bukan barang asli, hanya imitasi saja,” tegasnya.
Kapolres Mimika mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan suatu benda sebagai peluru asli hanya berdasarkan bentuknya.
Pemeriksaan dan kepastian mengenai jenis benda diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menyikapi situasi di lingkungan sekitar.
Dengan hasil pengecekan tersebut, benda yang sempat menimbulkan kecurigaan itu dipastikan merupakan aksesori kalung berbentuk peluru imitasi.

















