Timika, Torangbisa.com – Program kios sampah di Kelurahan Inauga, Kabupaten Mimika mulai diaktifkan sejak Januari 2026.
Melalui program ini, warga diajak memilah sampah rumah tangga untuk ditimbang dan ditukar dengan kebutuhan pokok seperti beras, gula, hingga minyak goreng. Namun hingga Maret, program tersebut masih menghadapi kendala sosialisasi sehingga belum banyak diketahui masyarakat.
Kepala Kelurahan Inauga, Gerson Rumbarar, saat diwawancarai awak media di Kantor Kelurahan Inauga, Jalan Sam Ratulangi, Jumat (13/03/2026).
mengatakan program tersebut diawali dengan kegiatan sosialisasi kepada warga yang dilakukan bersamaan dengan kerja bakti setiap hari Jumat.
“Sejak Januari kita mulai aktifkan kios sampah. Setiap Jumat kami lakukan kerja bakti sekaligus sosialisasi kepada masyarakat tentang pemilahan sampah yang nantinya akan ditimbang di kios sampah Kelurahan Inauga,” kata Gerson
Ia menjelaskan, sampah yang telah dipilah kemudian ditimbang dan dikonversi menjadi poin. Poin yang terkumpul nantinya dapat ditukarkan dengan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Meski demikian, Gerson mengakui program tersebut belum berjalan maksimal karena masih banyak warga yang belum mengetahui keberadaan kios sampah.
“Sejauh ini masih terkendala sosialisasi. Kami biasanya sampaikan kepada warga saat kerja bakti hari Jumat atau saat mereka datang mengurus pelayanan di kantor kelurahan,” ujarnya.
Sejak diluncurkan hingga Maret 2026, tercatat baru 28 warga yang terdaftar sebagai nasabah kios sampah. Dari hasil pengumpulan tersebut, kelurahan juga baru satu kali melakukan pengiriman sampah ke pengepul dengan total sekitar 80 kilogram.
Sampah yang dikumpulkan mayoritas berupa plastik dan kaleng aluminium yang telah dibersihkan sebelum disetor.
Ke depan, pihak kelurahan berharap dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika untuk memperkuat sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami sangat berharap ada dukungan dari DLH agar sosialisasi bisa lebih luas. Kalau warga belum tahu tentang kios sampah ini, tentu mereka tidak akan datang menimbang sampahnya,” kata Gerson.
Ia menambahkan, pihak kelurahan akan terus melakukan pendekatan kepada masyarakat agar program kios sampah dapat berkembang dan menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga.

















