Timika, Torangbisa.com – Kepala Perum Bulog Timika, Dedy Wahyudi, memastikan kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media dalam kegiatan pasar murah yang digelar di Emeneme Yauware, Timika, Selasa (17/03/2026).
Kepala Bulog Timika, Dedy Wahyudi, mengatakan Kabupaten Mimika bukan merupakan daerah produsen beras sehingga kebutuhan beras masyarakat sebagian besar dipasok dari daerah lain, seperti Sulawesi dan Jawa.
“Kabupaten Mimika ini bukan daerah surplus beras, melainkan daerah defisit. Karena itu, pasokan beras yang ada di sini sebagian besar berasal dari Sulawesi dan Jawa,” ujar Dedy.
Ia menjelaskan bahwa saat ini Bulog tidak lagi mendapatkan penugasan untuk melakukan impor beras, sehingga pengadaan beras lebih difokuskan pada penyerapan dari produksi dalam negeri.
Menurutnya, kebijakan terbaru pemerintah juga mengatur standar kualitas beras yang diserap Bulog dari petani. Jika sebelumnya tingkat patahan beras yang diterima sekitar 5 persen, kini kebijakan tersebut berubah menjadi maksimal 25 persen.
“Perubahan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah agar Bulog dapat menyerap lebih banyak beras dari petani dalam negeri. Dengan begitu petani tetap memiliki semangat untuk memproduksi beras,” jelasnya.
Dedy juga memastikan bahwa setiap beras yang masuk ke gudang Bulog telah melalui proses pengecekan kualitas. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan beras yang disalurkan kepada masyarakat tetap layak konsumsi.
Ia menambahkan, jika masyarakat atau mitra menemukan beras dengan kualitas kurang baik, Bulog siap melakukan penukaran.
“Kalau memang ada masyarakat atau mitra yang mendapatkan beras yang kualitasnya kurang baik, silakan datang ke kantor Bulog untuk ditukar. Kami siap menggantinya,” tegasnya.
Melalui kegiatan pasar murah yang digelar pemerintah daerah, Bulog turut mendukung penyediaan bahan pokok bagi masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dedy berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan Bulog dapat terus terjalin untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di Kabupaten Mimika.

















