Scroll untuk baca artikel
Mimika

Kampung Nawaripi dan BRIDA Gelar Audiensi Bahas Sejumlah Program Strategis

×

Kampung Nawaripi dan BRIDA Gelar Audiensi Bahas Sejumlah Program Strategis

Sebarkan artikel ini
Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun bersama aparatur Kampung saat audiens bersama Sekertaris BRIDA, Darius Sabon (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kampung Nawaripi menggelar audiensi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika di Kantor BRIDA, Rabu (24/6/2026).

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Sekretaris BRIDA Kabupaten Mimika, Darius Sabon Rain, SE., M.Si., bersama Kepala Bidang BRIDA, Yosep Mangasa.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris BRIDA Kabupaten Mimika, Darius Sabon, mengungkapkan bahwa sejak BRIDA resmi terbentuk beberapa bulan lalu, Kampung Nawaripi menjadi kampung pertama yang datang untuk melakukan audiensi dan membahas pengembangan program berbasis riset.

“BRIDA memang baru terbentuk di Kabupaten Mimika, meskipun sebelumnya fungsi riset dan inovasi telah berjalan melalui bidang terkait di Bappeda. Program dan anggaran yang saat ini dijalankan sebagian besar merupakan usulan yang telah disiapkan sebelumnya,” ujar Darius.

Ia menjelaskan, sesuai tugas pokok dan fungsinya, BRIDA bertanggung jawab melaksanakan program riset dan inovasi yang mencakup organisasi perangkat daerah (OPD), distrik, kelurahan, hingga kampung.

Untuk mendukung hal tersebut, BRIDA berencana memperkuat kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Mimika, termasuk Institut Jembatan Bulan (IJB) dan perguruan tinggi lainnya.

“Perguruan tinggi di Timika memiliki banyak tenaga akademik berkualifikasi doktor yang diharapkan dapat terlibat dalam kegiatan riset. Kemampuan dan kualitas perguruan tinggi di daerah ini sangat memadai untuk mendukung pembangunan berbasis penelitian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, memaparkan sejumlah program strategis yang dinilai membutuhkan dukungan riset agar dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Salah satunya adalah pengembangan kawasan wisata Paieve Mile 21 yang memiliki berbagai potensi, mulai dari wisata rohani Gua Maria bagi umat Katolik, kolam dayung tradisional, hingga kolam ikan yang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan kampung.

Norman juga menyampaikan rencana pengembangan kawasan wisata Paieve Merah Putih yang telah diresmikan Bupati Mimika pada 9 Desember 2023.

Kawasan seluas sekitar 10 hektare tersebut mencakup wilayah Nawaripi, Koperapoka, dan Nayaro.

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata memerlukan kajian mendalam yang melibatkan BRIDA dan perguruan tinggi agar dapat mengukur efektivitas program, mulai dari aspek pengelolaan lokasi, manajemen sumber daya manusia, tata kelola keuangan, hingga kapasitas pengelola di bidang pariwisata.

“Melalui riset, kita bisa mengetahui sejauh mana program ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Norman.

Selain sektor pariwisata, Norman juga menyoroti rencana pengembangan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kampung Nawaripi.

Saat ini, pelatihan yang berjalan masih terbatas pada bidang pengelasan, otomotif, dan meubel, dengan dukungan instruktur dari Politeknik Amamapare.

Ia berharap BRIDA dapat melakukan kajian terhadap pengembangan LPK tersebut dengan melibatkan Politeknik Amamapare, sehingga kebutuhan pelatihan dan peluang pengembangan sumber daya manusia dapat dipetakan secara lebih komprehensif.

Persoalan pendidikan juga menjadi perhatian. Menurut Norman, masih terdapat cukup banyak anak usia sekolah di Kampung Nawaripi yang putus sekolah.

Karena itu, diperlukan riset atau studi yang dapat menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah kampung maupun Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menangani persoalan tersebut.

“Program-program besar, baik yang dilaksanakan pemerintah kampung, kelurahan maupun pemerintah daerah, sebaiknya diawali dengan riset atau studi. Hasil penelitian akan menjadi dasar yang kuat dalam perencanaan dan pelaksanaan program,” tegasnya.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Darius menyatakan BRIDA akan mengupayakan dukungan anggaran melalui APBD Perubahan Tahun 2026 untuk pelaksanaan riset di Kampung Nawaripi dengan melibatkan Institut Jembatan Bulan (IJB) Timika.

Menurutnya, jika program riset di Kampung Nawaripi dapat direalisasikan, maka akan menjadi percontohan bagi 132 kampung dan kelurahan di Kabupaten Mimika dalam menerapkan pembangunan berbasis data dan penelitian.

“Ini bisa menjadi riset pertama yang menjadi contoh bagi kampung-kampung lain. Kampung Nawaripi dapat mengajak kampung lainnya untuk memulai program pembangunan dengan perencanaan yang matang dan didukung hasil riset. Dengan riset, kita dapat mengetahui keunggulan, tantangan, serta langkah-langkah perbaikan yang diperlukan dalam pelaksanaan suatu program,” pungkasnya.

img class="alignnone size-full wp-image-34144" src="https://torangbisa.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260615-WA0247.jpg" alt="" width="1080" height="1350" />