Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Kader Malaria Mimika Temukan Warga Masih Tidak Tuntas Minum Obat, Risiko Penularan Tetap Tinggi

×

Kader Malaria Mimika Temukan Warga Masih Tidak Tuntas Minum Obat, Risiko Penularan Tetap Tinggi

Sebarkan artikel ini
Kader malaria Kabupaten Mimika, Yohana Saat pemeriksaan malaria (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Kader malaria di Kabupaten Mimika terus melakukan pemeriksaan aktif atau Active Case Detection (ACD) untuk menemukan kasus malaria di masyarakat.

Namun, masih banyak warga yang tidak menghabiskan obat malaria setelah merasa sehat, sehingga parasit tetap bertahan di dalam tubuh dan berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Team Kader malaria Kabupaten Mimika, Yohana, Usai pemeriksaan malaria di Kebun Sirih, Senin (15/06/2026).

Ia mengatakan kegiatan pemeriksaan malaria terus dilakukan secara rutin oleh tim yang terdiri dari kader malaria dan petugas kesehatan di berbagai wilayah, termasuk kawasan Kebun Sirih.

Menurut Yohana, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencarian kasus malaria secara aktif di tengah masyarakat. Tim turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan kepada warga yang terkonfirmasi positif malaria.

“Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di Kebun Sirih, tetapi juga di seluruh wilayah Kabupaten Mimika. Tim yang turun terdiri dari kader malaria dan petugas kesehatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jadwal kegiatan lapangan dilakukan berdasarkan data kasus yang ditemukan. Tim akan segera turun ke lokasi yang dilaporkan memiliki kasus malaria untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan.

Yohana mengungkapkan salah satu kendala yang masih sering ditemukan adalah rendahnya kepatuhan masyarakat dalam mengonsumsi obat malaria hingga tuntas. Banyak pasien yang berhenti minum obat setelah merasa sehat pada hari kedua atau ketiga pengobatan.

“Masyarakat sering kali berhenti minum obat ketika sudah merasa sehat. Padahal parasit malaria masih ada di dalam tubuh. Akibatnya, penyakit bisa kambuh dan menjadi sumber penularan bagi orang lain,” jelasnya.

Menurutnya, nyamuk hanya berperan sebagai perantara penyebaran malaria. Sumber utama penularan berasal dari manusia yang masih menyimpan parasit malaria dalam tubuhnya.

Karena itu, Yohana mengimbau masyarakat yang dinyatakan positif malaria agar mengonsumsi obat sesuai anjuran petugas kesehatan hingga selesai.

Langkah tersebut penting untuk memutus rantai penularan dan mencegah munculnya kasus malaria berulang di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Kami berharap masyarakat disiplin minum obat sampai habis agar parasit benar-benar hilang dan tidak menularkan penyakit kepada orang lain,” katanya.

Pemeriksaan aktif dan edukasi kepada masyarakat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menekan angka kasus malaria dan mendukung target eliminasi malaria di daerah tersebut.

img class="alignnone size-full wp-image-34144" src="https://torangbisa.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260615-WA0247.jpg" alt="" width="1080" height="1350" />