Timika, Torangbisa.com – Ketua Umum IKEMAL, Christian Sohilait, menegaskan pentingnya momentum Musyawarah Pusat (Musput) IV sebagai ajang memperkuat persatuan warga Maluku di Tanah Papua, sekaligus mengevaluasi organisasi dan menyusun arah kepengurusan ke depan.
Musyawarah Pusat (Musput) IV Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Jumat (17/04/2026), menjadi forum strategis bagi seluruh pengurus dan anggota untuk membahas sejumlah agenda penting organisasi.
Ketua Umum IKEMAL, Christian Sohilait, saat diwawancarai awak media menyampaikan bahwa terdapat tiga agenda utama yang menjadi fokus pembahasan dalam Musput kali ini.
“Pertama adalah pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2026. Kedua, pembahasan revisi anggaran rumah tangga yang menyesuaikan dengan dinamika pemekaran provinsi di Tanah Papua. Dan ketiga adalah pemilihan pengurus baru, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara hingga seluruh struktur organisasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sohilait menekankan bahwa Musput ini tidak sekadar forum formal organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memulihkan dan mempererat kembali persatuan warga Maluku yang sempat terfragmentasi akibat dinamika politik, khususnya pasca pemilihan kepala daerah.
“Kita ingin momentum ini mencerminkan moto orang Maluku, ‘ale rasa beta rasa’. Setelah pesta demokrasi yang lalu, sempat ada perbedaan yang membuat kita terpecah. Sekarang saatnya kita kembali bersatu sebagai orang Maluku di tanah rantau,” ujarnya.
Selain itu, IKEMAL juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan kepada pemerintah, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi di Tanah Papua.
Dukungan tersebut, menurut Sohilait, dapat diwujudkan sesuai dengan peran dan profesi masing-masing anggota di berbagai bidang.
“Kalau dia tentara, dukung lewat tugasnya. Kalau guru, berkontribusi di dunia pendidikan. Begitu juga di pemerintahan maupun sektor swasta. Semua harus memberi manfaat bagi daerah,” tambahnya.
Tak hanya itu, Musput IV juga menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi sebagian warga Maluku di Tanah Papua, khususnya generasi muda.
IKEMAL berkomitmen untuk mencari solusi agar permasalahan sosial tersebut tidak berkembang dan justru merugikan komunitas secara keseluruhan.
Sebagai penutup, Sohilait menyampaikan bahwa KEMAL juga akan merumuskan sejumlah program strategis yang tidak hanya bermanfaat bagi internal organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di Tanah Papua.
“Kita tidak mau jadi masalah di tanah rantau ini. Kita ingin berinteraksi dengan masyarakat lokal secara baik dan benar,” tegasnya.













