Timika, Torangbisa.com – Tokoh beras grosir dan eceran di Timika, Ruflianto, memastikan bahwa hingga saat ini harga beras di wilayah Timika masih tergolong normal dan stok beras dalam kondisi aman.
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui awak media di tempat usahanya, Sabtu (07/02/2026).
Ruflianto menjelaskan bahwa sebagian besar beras yang dijual didatangkan langsung dari Sulawesi Selatan, tepatnya dari daerah Sidrap. Menurutnya, pihaknya memasukkan beras secara mandiri sehingga dapat menyesuaikan stok dan harga di pasaran.
“Beras ini kita kasih masuk sendiri dari Sulawesi, biasanya dari kampung di Sidrap. Untuk saat ini, soal kenaikan harga menjelang puasa, kami belum melihat adanya kenaikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, harga beras di Timika sangat bergantung pada harga dari daerah asal. Jika terjadi kenaikan di Sulawesi, maka otomatis harga di Timika juga akan ikut naik. Namun, sejauh ini harga masih stabil.
“Kalau dari sana naik, pasti di sini ikut naik. Tapi kalau di sana tidak ada kenaikan, ya harga di sini tetap normal,” jelasnya.
Terkait keluhan masyarakat mengenai harga beras yang mencapai Rp20.000 per kilogram di beberapa wilayah, Ruflianto menilai hal tersebut tergantung dari jalur distribusi dan daerah pengambilan beras.
“Itu tergantung kita ambil dari daerah mana. Kalau di sini ada yang sampai Rp20.000, mungkin di daerah tertentu saja, seperti KSK. Kita di sini kebanyakan masukkan beras sendiri, ibarat agen,” katanya.
Selain beras lokal, ia juga menyebut adanya beras dari Bulog, baik Bulog lokal maupun Bulog impor seperti dari India dan Vietnam. Namun, ia mengaku tidak terlalu mengetahui detail harga normal beras impor tersebut.
“Kalau ambil dari sana paling sekitar Rp56.000 sampai Rp65.000 per karung, rata-rata Rp65.000,” ungkapnya.
Untuk ketersediaan stok, Ruflianto memastikan persediaan beras masih cukup banyak dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Stok masih banyak, aman. Ada sekitar 20 karung stok, termasuk kemasan 5 kilogram yang siap dijual,” tutupnya.












