Timika, Torangbisa.com – Kerukunan Keluarga Ayamaru, Aitinyo, Aifak (A3) Kabupaten Mimika menggelar Turnamen Futsal Teofani Cup II 2025 yang berlangsung di GOR Futsal Timika, Jalan Poros SP2–SP5, Senin (13/10/2025).
Pembukaan turnamen ini menjadi bagian dari peringatan momen Teofani di bumi A3, Maybrat, yang terjadi pada 21 Oktober 1951. Saat itu, Pendeta atau Rasul Ruben Rumbiak mengalami perjumpaan nyata dengan Tuhan dan menyampaikan empat pesan utama kepada masyarakat A3 di Kampung Kayahai, yang kini dikenal sebagai Kampung Kambuaya.
Penasehat Kerukunan A3 Kabupaten Mimika, Willem Naa, menjelaskan bahwa kegiatan futsal ini merupakan bentuk perayaan dan peringatan terhadap peristiwa Teofani yang terjadi di Tanah A3, Kabupaten Maybrat.
“Peringatan ini telah berusia 74 tahun. Tuhan memberi nubuat kepada Pendeta Ruben Rumbiak agar putra-putri bumi A3 senantiasa menjaga empat hal penting: persatuan, kerendahan hati, kasih, dan penghormatan kepada sesama,” ujar Willem.
Ia melanjutkan, dalam nubuat tersebut disebutkan bahwa dalam rentang waktu 5, 15, 25, hingga 30 tahun kemudian, pemuda-pemudi A3 akan bangkit menjadi pemimpin di Tanah Papua.
“Nubuat itu terbukti. Sekitar 30 tahun kemudian, banyak pejabat tinggi di Papua berasal dari Maybrat, mulai dari sekretaris daerah hingga kepala dinas di berbagai kabupaten,” ungkapnya.
Menurut Willem, berkat itu terus mengalir hingga kini. Karena itu, generasi penerus A3 memperingati peristiwa Teofani melalui turnamen futsal sebagai wujud persatuan, kebersamaan, dan kekompakan.
Puncak peringatan akan berlangsung pada 21 Oktober 2025 melalui Ibadah Raya dan Syukur yang digelar serentak di seluruh Tanah Papua, termasuk di Mimika, yang akan dipusatkan di Gereja GPI Jalan Suci Jemaat Bethania SP2.
Turnamen futsal ini berlangsung selama seminggu dari tanggal 13 -18 Oktober 2025 diikuti oleh 24 tim, terdiri dari 16 tim putra dan 8 tim putri, yang seluruhnya berasal dari keluarga besar A3.
“Kami berharap pemuda-pemudi A3 tetap memegang teguh empat perjanjian itu. Jika kita menjaganya, maka berkat Tuhan akan terus menyertai kita,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Ketua I Kerukunan A3, Mathius Way, menjelaskan bahwa peristiwa Teofani tahun 1951 merupakan pernyataan Tuhan kepada Pendeta Ruben Rumbiak untuk melayani di Tanah A3, Maybrat.
“Saat itu Tuhan menyampaikan pesan kepada para tokoh A3 Abraham Kambuaya, Simon Isir, Habel Tamonete, Piter Howay, dan Markus Solosa agar menjaga persatuan, kerendahan hati, kasih, dan penghormatan kepada semua orang,” jelas Mathius.
Ia menambahkan, nubuat Tuhan tentang kebangkitan anak-anak A3 terbukti sekitar tahun 2001, ketika sejumlah tokoh A3 menduduki jabatan penting seperti Yap Salossa, Prof. Dr. Kambuaya, Herman Saut, Deki Asmuruf, dan MR Kambu.
“Namun beberapa tahun terakhir, kami merasa mulai menjauh dari makna Teofani. Karena itu, kami kembali menghidupkan semangat ini melalui kegiatan futsal dan ibadah raya,” ujarnya.
Panitia juga berencana mengundang anak-anak dari Pendeta Ruben Rumbiak dalam ibadah raya tersebut sebagai bentuk penghormatan.
Sementara itu, Ketua Panitia Teofani Futsal, Alfa Howay, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dan kasih persaudaraan di antara warga A3.
“Momen seperti ini menjadi ajang mempererat silaturahmi. Mungkin sebelumnya kita belum saling kenal, tapi melalui kegiatan ini kita bisa saling mengenal dan memperkuat persaudaraan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tahun ini turnamen masih dikhususkan bagi pemuda-pemudi A3. Namun, ke depan panitia akan mempertimbangkan untuk membuka partisipasi secara umum agar semangat Teofani dapat dirasakan lebih luas.
“Peristiwa Teofani adalah peristiwa ilahi yang luar biasa bagi kita, orang A3. Ini menjadi pedoman hidup yang harus dijaga. Jika tidak, kita bisa kehilangan berkat yang telah Tuhan nubuatkan bagi kita,” tutup Alfa.














