Olahraga

Festival Grassroot U10-12 Resmi Dibuka, Ananias Faot: Disiplin, Sportifitas, Peran Ortu Bisa Menghasilkan Pemain Berkualitas

×

Festival Grassroot U10-12 Resmi Dibuka, Ananias Faot: Disiplin, Sportifitas, Peran Ortu Bisa Menghasilkan Pemain Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Suasana pembukaan Festival Grassroot U-10 dan U-12 di Stadion Wania Imipi (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Festival Grassroot U-10 dan U-12 yang digelar PSSI Kabupaten Mimika di Stadion Wania Imipi SP1, Distrik Wania, resmi dibuka, Selasa (5/5/2026), menjadi ajang strategis dalam pembinaan sepak bola usia dini serta pencarian bibit atlet berbakat di daerah.

Dalam pembukaan Grassroot tersebut dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Mimika, Drs. Ananias Faot mewakili Bupati Mimika, Ketua Umum KONI Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, Ketua Askab PSSI Kabupaten Mimika, Petrus Yumte, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kabupaten Mimika, Maikel Yanwarin, Sekertaris KONI Kabupaten Mimika, George Deda, Kabid Peningkatan dan Prestasi Olahraga, Rocky Patinama.

Mewakili Ketua Panitia, Isak Wakum dalam laporan panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mimika.

“Festival Grassroot ini diselenggarakan oleh PSSI Kabupaten Mimika dengan dukungan Pemkab Mimika melalui Dispora, melalui dana hibah untuk menunjang prestasi olahraga, khususnya pembinaan usia dini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberlanjutan pembinaan usia dini menjadi harapan besar panitia agar terus mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah.

“Kalau pembinaan usia dini ini terus berkelanjutan, maka harapan untuk melahirkan atlet berprestasi akan tetap ada. Kami berharap dukungan dari Pemkab Mimika melalui Dispora terus diberikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Isak menjelaskan bahwa festival ini akan berlangsung selama tiga hari dengan jumlah peserta yang cukup banyak. Untuk kategori U-10 diikuti oleh 7 tim, sementara kategori U-12 diikuti oleh 17 tim.

“Total ada 24 tim yang ambil bagian, dan pertandingan akan menggunakan sistem setengah kompetisi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, mendukung penuh pelaksanaan Festival Grassroot U-10 dan U-12 yang digelar PSSI Kabupaten Mimika.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah positif dalam membangun fondasi olahraga, khususnya sepak bola, sejak usia dini.

“Festival Grassroot U-10 dan U-12 ini merupakan kegiatan luar biasa yang dilakukan oleh PSSI Kabupaten Mimika dengan dukungan Dispora. Kami dari KONI sangat mendukung kegiatan ini,” ujar Antonius.

Ia menilai, melalui ajang seperti ini, potensi anak-anak di bidang sepak bola mulai terlihat dan dapat dikembangkan secara terarah ke depan.

“Dari kegiatan ini kita bisa melihat potensi anak-anak. Siapa tahu ke depan mereka bisa menjadi pemain sepak bola yang berprestasi. Karena itu, saya minta anak-anak bermain dengan semangat,” katanya.

Lebih lanjut, Antonius menegaskan bahwa KONI Mimika akan terus mendukung pembinaan atlet, termasuk melalui berbagai agenda olahraga yang akan digelar ke depan.

Salah satu di antaranya adalah Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) yang menjadi wadah lanjutan bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan dan meraih prestasi.

“KONI juga memiliki program seperti PORKAB. Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk terus berkembang, bermain, dan meraih prestasi sejak usia dini,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Drs. Ananias Faot, saat mewakili Bupati Mimika sebelum membuka Festival Grassroot menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyambut baik inisiatif PSSI dan seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelenggaraan festival tersebut.

“Kami mengapresiasi PSSI dan seluruh jajaran atas terselenggaranya Festival Grassroot U-10 dan U-12. Ini merupakan ajang pembinaan bagi anak-anak usia dini, khususnya dalam olahraga sepak bola,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga harus menjadi sarana pembentukan karakter anak sejak dini. Untuk itu, pemerintah daerah memberikan sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pertama, disiplin menjadi hal utama yang harus ditanamkan kepada anak-anak melalui kegiatan olahraga.

Kedua, nilai sportivitas harus dijunjung tinggi, di mana kemenangan dan kekalahan merupakan hal yang biasa dalam sebuah pertandingan.

“Yang kalah harus menghargai, dan yang menang harus tetap rendah hati. Sportivitas itu yang paling utama,” tegasnya.

Selain itu, peran orang tua dan pembina juga dinilai sangat penting dalam membentuk mental dan karakter anak selama mengikuti kegiatan tersebut. Dukungan dan arahan yang tepat akan membantu anak-anak berkembang tidak hanya secara kemampuan, tetapi juga sikap.

Terakhir, pemerintah berharap festival ini mampu melahirkan bibit-bibit atlet berbakat yang ke depan dapat dibina dan dikembangkan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Harapannya, dari kegiatan ini akan muncul talenta-talenta muda yang bisa kita latih dan bina menjadi atlet berprestasi,” pungkasnya.