Timika, Torangbisa.com – Menjelang berbagai hari raya keagamaan, distribusi minyak tanah bersubsidi di Kabupaten Mimika terus dijaga agar tepat sasaran.
Agen minyak tanah dari PT Wani Papua, Willem Naa, memastikan penyaluran dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah dan tetap dijual kepada masyarakat dengan harga Rp4.000 per liter.
Willem Naa, agen minyak tanah dari PT Wani Papua, menjelaskan bahwa penyaluran minyak tanah bersubsidi menjelang hari raya merupakan program pemerintah yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Pertamina dan para agen di daerah.
Menurutnya, pemerintah melalui Pertamina mengumpulkan para agen untuk kemudian menyusun jadwal distribusi minyak tanah ke sejumlah tempat ibadah, baik masjid maupun gereja, agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan bahan bakar rumah tangga menjelang perayaan hari besar keagamaan.
“Setiap hari raya, baik hari raya umat Islam, Kristen, maupun agama lainnya, pemerintah melalui Pertamina mengatur jadwal. Kami para agen kemudian melayani sesuai wilayah yang sudah ditentukan,” ujar Willem.
Ia menjelaskan, setiap agen memiliki wilayah pelayanan masing-masing. Ada agen yang melayani beberapa masjid, sementara agen lainnya melayani gereja atau tempat ibadah lain sesuai pembagian yang telah ditetapkan.
Program ini, kata dia, sudah berjalan setiap tahun sebagai bentuk perhatian pemerintah agar kebutuhan minyak tanah masyarakat tetap terpenuhi saat momentum hari raya.
Willem menegaskan bahwa harga minyak tanah bersubsidi tetap mengikuti ketentuan pemerintah, yakni Rp4.000 per liter.
“Tetap Rp4.000 per liter. Itu sudah aturan dari pemerintah dan kami menjual sesuai ketentuan tersebut kepada masyarakat,” jelasnya.
Dalam penyalurannya, setiap lokasi biasanya mendapatkan jatah sekitar 3.000 liter minyak tanah yang diperuntukkan bagi masyarakat di sekitar tempat ibadah.
Meski demikian, ia mengakui bahwa tingginya antusiasme masyarakat sering membuat minyak tanah cepat habis karena jumlah warga yang datang tidak selalu sebanding dengan kuota yang tersedia.
“Kadang ada yang tidak kebagian karena masyarakat yang datang banyak. Tapi kami hanya melayani sesuai jatah yang sudah ditentukan untuk setiap tempat ibadah,” katanya.
Ia juga memastikan distribusi dilakukan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan, sehingga masyarakat dapat memperoleh minyak tanah tanpa keterlambatan.
Willem berharap program penyaluran minyak tanah bersubsidi ini dapat terus berjalan dengan baik sehingga kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang hari raya keagamaan, tetap terpenuhi.















