Kesehatan

Dinkes Mimika Nilai Program MBG Baik, Tergantung Pemenuhan Gizi Anak di Lingkungan Keluarga

×

Dinkes Mimika Nilai Program MBG Baik, Tergantung Pemenuhan Gizi Anak di Lingkungan Keluarga

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra (Foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah yang baik dalam mendukung peningkatan kesehatan dan kekebalan tubuh anak usia sekolah.

Namun demikian, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada pemenuhan asupan gizi anak secara menyeluruh di lingkungan keluarga. Hal tersebut disampaikan Reynold saat diwawancarai awak media pada Senin (02/02/2026).

“MBG bagi saya itu bagus. Kekebalan tubuh anak sekolah hanya bisa ditingkatkan kalau nilai asupan gizinya cukup,” ujar Reynold.

Ia menjelaskan, persoalan utama saat ini bukan hanya intervensi di sekolah, tetapi juga kondisi asupan gizi anak di dalam rumah tangga. Oleh karena itu, penanganan gizi harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya menyasar anak, tetapi juga orang tua dan keluarga.

“Selain anak-anak kita intervensi, orang tuanya juga harus kita intervensi, keluarganya juga harus kita intervensi,” jelasnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Dinas Kesehatan Mimika berencana memperkuat peran kader Posyandu yang jumlahnya saat ini tercatat lebih dari 1.000 orang.

Para kader ini akan digerakkan bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika agar upaya edukasi dan pendampingan gizi dapat berjalan lebih masif di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan tahun ini kami bisa berjalan bersama kader-kader Posyandu dan TP PKK Kabupaten Mimika untuk menggerakkan ini secara bersama-sama,” ungkap Reynold.

Terkait pemberian makanan tambahan, Reynold menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan memiliki skema Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan yang diberikan secara khusus pada kasus tertentu, seperti ibu hamil dengan risiko anemia atau anak dengan kondisi gizi bermasalah berdasarkan hasil pengukuran kesehatan.

“PMT pemulihan itu diberikan ketika sudah ada indikasi masalah gizi, misalnya lingkar lengan ibu hamil di bawah standar atau berat badan anak tidak sesuai dengan tinggi badannya,” jelasnya.

Meski demikian, Reynold menilai bahwa makanan bergizi gratis seharusnya dapat terus bergulir sebagai upaya pencegahan, sebelum masyarakat dinyatakan mengalami masalah gizi. Ia juga mengapresiasi pendekatan program nasional yang melibatkan Koperasi Merah Putih dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi masyarakat.

Menurutnya, percepatan penanganan stunting di Mimika akan semakin optimal dengan keterlibatan langsung pimpinan daerah. Ia menyebut kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mimika sebagai ketua tim percepatan penanganan stunting akan memberikan dampak positif.

“Intinya kembali lagi ke ekonomi masyarakat. Hari ini bukan hanya orang yang kekurangan gizi yang bermasalah, tetapi juga orang yang kelebihan gizi atau overweight juga menjadi persoalan,” katanya.

Reynold menekankan pentingnya keseimbangan dalam pemenuhan gizi masyarakat, seiring dengan peningkatan kondisi ekonomi.

“Yang kita butuhkan sebenarnya adalah keseimbangan, baik dari sisi ekonomi maupun asupan gizi,” pungkasnya.

Kesehatan

Timika, Torangbisa.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus memperkuat pelayanan kesehatan dasar dengan mengoptimalkan peran Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu sebagai fasilitas kesehatan terdekat dengan masyarakat. Upaya ini didukung oleh lebih dari 2.000 tenaga kesehatan yang saat ini dimiliki Kabupaten Mimika.