Olahraga

Cendrawasih Runners Timika Gelar Run Madhan 14,47K, Perkuat Solidaritas Lintas Iman Sambut Ramadhan 1447 H

×

Cendrawasih Runners Timika Gelar Run Madhan 14,47K, Perkuat Solidaritas Lintas Iman Sambut Ramadhan 1447 H

Sebarkan artikel ini
Suasana foto bersama pelari yang tergabung dalam Cendrawasih Runner Timika pada ajang Run Madhan (foto: Nando/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Komunitas lari Cendrawasih Runners Timika (CRT) menggelar kegiatan Run Madhan 14,47K sebagai momentum menyambut Ramadhan 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) ini dipusatkan di halaman Kopi Kulo, Jalan Cendrawasih, dan terbuka untuk umum.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Ketua Cendrawasih Runners Timika, Hames MS Turnip, didampingi anggota Cendrawasih Runners Amelia Elly menjelaskan bahwa CRT lahir dari kesamaan hobi berlari yang kemudian berkembang menjadi wadah kebersamaan dalam mengkampanyekan hidup sehat serta memberi dampak positif bagi masyarakat.

Sejalan dengan moto komunitas, “Togetherness, Healthy & Impacting Life”, kegiatan Run Madhan tidak hanya dimaknai sebagai olahraga, tetapi juga ruang mempererat persaudaraan lintas iman.

“Momentum menyambut Ramadhan kami pilih bukan semata sebagai perayaan keagamaan, melainkan momen refleksi dan kebersamaan. Di CRT ada teman-teman Muslim dan Kristen, dan justru di situlah maknanya. Nilai sehat, disiplin, dan solidaritas itu bersifat universal,” ujar Hames.

Jarak 14,47 kilometer dipilih sebagai simbol tahun 1447 Hijriah. Bagi peserta Muslim, lari ini menjadi bagian dari persiapan fisik dan mental menjelang Ramadhan, sementara bagi peserta non-Muslim merupakan bentuk dukungan dan kebersamaan dalam semangat toleransi.

Rute lari dimulai dari Kopi Kulo menuju Bundaran SP2, Jalan Yos Sudarso, Jalan Belibis, Jalan B. Utomo, dan kembali finis di Kopi Kulo. Selain lari bersama, panitia juga menyiapkan doorprize sederhana sebagai bentuk apresiasi bagi para peserta.

Hames menegaskan, kegiatan Run Madhan akan dijadikan agenda rutin tahunan CRT. Ia mengajak seluruh masyarakat Timika, khususnya generasi muda, untuk lebih sadar akan pentingnya hidup sehat dengan aktif bergerak.

“Kami percaya olahraga adalah bahasa yang menyatukan. Melalui Run Madhan ini, kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk bergerak bersama dan saling mendukung. Harapannya, kebersamaan bisa tumbuh dari hal-hal sederhana seperti olahraga, dan komunitas ini terus menjadi ruang yang inklusif, sehat, serta berdampak bagi sekitar,” tutupnya.