Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengingatkan kepada seluruh ASN agar mengutamakan kedisiplinan, penampilan, serta peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) dalam mengawali tahun kerja 2026.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan kepada seluruh jajaran OPD dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika di halaman kantor pusat pemerintahan, Senin (5/1/2026).
Dalam arahannya, Bupati Rettob mengingatkan agar ASN memperhatikan kerapian dan penampilan sebagai bagian dari etika pelayanan publik. Ia secara khusus menyinggung soal rambut dan kerapian diri.
“Yang pasti, kalau punya rambut panjang dan jenggot yang tidak rapi, segera dicukur. Penampilan yang rapi itu mencerminkan kepribadian dan membuat kita terlihat lebih menarik saat berinteraksi dengan orang lain,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi yang baik tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga pada orang-orang di sekitar. Karena itu, sikap, penampilan, dan perilaku ASN harus mencerminkan profesionalisme.
Bupati Rettob juga mengajak seluruh pegawai menjadikan tahun 2025 sebagai momentum perbaikan diri.
Ia meminta agar kebiasaan yang kurang baik ditinggalkan dan diganti dengan evaluasi serta peningkatan kualitas kerja.
“Kita mulai dengan hal-hal yang baik. Yang kurang baik kita tinggalkan. Kita evaluasi diri kita, apa yang bisa diperbaiki dan dilanjutkan ke depan,” tegasnya.
Kepada para pimpinan OPD, Bupati Rettob menekankan pentingnya konsistensi dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia meminta seluruh jajaran bekerja serius, tidak ragu mengambil inisiatif, serta terus belajar.
“Kita hidup ini serius dengan tanggung jawab. Jangan ragu, jangan bolak-balik. Kita coba, kita lakukan, agar bisa memberi semangat kepada masyarakat,” katanya
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memerintahkan dilakukan pemeriksaan kehadiran pegawai. Ia meminta agar seluruh ASN yang tidak masuk kerja tanpa keterangan dicatat dan dilaporkan kepada asisten terkait.
Selain itu, Bupati Mimika menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pegawai sepanjang tahun 2025. Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan, namun menilai upaya yang telah dilakukan patut diapresiasi.
Terkait capaian kinerja, Johannes Rettob mengungkapkan bahwa realisasi keuangan Pemerintah Kabupaten Mimika hingga 31 Desember 2025 berada pada angka 75,73 persen, belum mencapai target 80 persen. Ia menyebut masih terdapat dana hibah sekitar 4 persen yang belum diproses oleh OPD terkait.
“Ini menjadi evaluasi kita bersama. Seharusnya bisa dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.














