Timika, Torangbisa.com – Perum Bulog Cabang Timika terus menyalurkan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasaran.
Hingga awal 2026, Bulog Timika tercatat telah menyalurkan sekitar 700 ton beras kepada masyarakat melalui berbagai mitra penyalur di wilayah Timika.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media dalam kegiatan pasar murah yang berlangsung di Eme Neme Yauware, Timika, Selasa (17/03/2026).
Dedy menjelaskan bahwa sejak tahun 2023 Bulog telah mendapatkan penugasan pemerintah untuk menjalankan program SPHP.
Untuk wilayah Mimika sendiri, pada tahun 2025 Bulog berhasil menyalurkan sekitar 2.400 ton beras kepada masyarakat.
“Penyaluran tahun 2025 kami lakukan hingga 28 Februari 2026 karena penugasan tersebut diperpanjang sampai akhir Februari. Setelah itu kami mulai menjalankan penugasan baru untuk tahun 2026,” ujarnya.
Memasuki tahun 2026, Bulog Timika kembali melanjutkan penyaluran beras SPHP melalui sekitar 50 mitra Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di berbagai wilayah Timika, baik di dalam pasar maupun di luar pasar.
Menurutnya, hingga saat ini sekitar 700 ton beras telah disalurkan kepada masyarakat sepanjang tahun 2026, dengan rata-rata distribusi mencapai 250 hingga 300 ton setiap bulan.
Beras SPHP tersebut dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp67.500 per kemasan 5 kilogram atau sekitar Rp13.500 per kilogram.
Namun demikian, di sejumlah kios dan mitra RPK di Timika harga beras tersebut bahkan dijual di bawah HET, yakni sekitar Rp65.000 per kemasan 5 kilogram.
Sementara dalam kegiatan pasar murah, Bulog menjual beras SPHP dengan harga lebih murah lagi, yakni Rp63.000 per kemasan.
Dedy menambahkan, dalam kegiatan pasar murah yang digelar di Eme Neme Yauware, Bulog menyiapkan sekitar 2 ton beras untuk dijual kepada masyarakat.
“Kalau dalam penjualan hari ini belum habis dan masih ada permintaan dari masyarakat, kami akan menambah lagi stoknya,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Bulog bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri terus melakukan pengawasan terhadap harga beras di pasaran agar tidak terjadi kenaikan harga yang merugikan masyarakat.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada keluhan dari masyarakat terkait kenaikan harga beras SPHP di tingkat penyalur.
“Pengawasan terus kami lakukan, bahkan kami juga dibantu oleh TNI dan Polri. Kegiatan pasar murah juga beberapa kali digelar bersama, termasuk di Kodim dan Polres,” jelasnya.
Dengan penyaluran beras SPHP yang terus berjalan, Bulog berharap kebutuhan beras masyarakat di Kabupaten Mimika tetap terpenuhi serta harga di pasaran dapat tetap stabil.

















