Scroll untuk baca artikel
AdveditorialEkonomi dan Bisnis

Bukan ”Gimig!” Perempuan Kamoro Buka Suara soal Capaian Dekranasda Mimika di Kancah Nasional, Ifha: Kami Bangun Jalan Bagi Pengrajin Menuju Pasar Global

×

Bukan ”Gimig!” Perempuan Kamoro Buka Suara soal Capaian Dekranasda Mimika di Kancah Nasional, Ifha: Kami Bangun Jalan Bagi Pengrajin Menuju Pasar Global

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dalam dua tahun berturut-turut, Dekranasda Mimika berhasil meraih penghargaan pada Apkasi Otonomi Expo, yakni Stand Paling Atraktif 2025 dan Best Local Branding 2026.

Timika, Torangbisa.com – Dari panggung pameran daerah hingga arena nasional, kiprah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika semakin menunjukkan perannya sebagai jembatan bagi pelaku UMKM dan pengrajin lokal untuk menembus pasar yang lebih luas.

Di bawah kepemimpinan Ny. Suzy Herawati Rettob, Dekranasda Mimika dalam dua tahun berturut-turut berhasil menorehkan prestasi pada ajang Apkasi Otonomi Expo.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Pada Apkasi Otonomi Expo 2025, Dekranasda Mimika meraih penghargaan Stand Paling Atraktif. Setahun berselang, pada Apkasi Otonomi Expo 2026, Mimika kembali mendapatkan penghargaan dengan kategori Best Local Branding.

Dua penghargaan tersebut bukan hanya menjadi catatan prestasi bagi Dekranasda, tetapi juga memperlihatkan semakin kuatnya upaya membawa identitas, produk kerajinan dan potensi UMKM Mimika ke panggung nasional.

Bagi Dekranasda, pameran bukan sekadar menghadirkan sebuah stan dan memajang produk. Lebih dari itu, pameran menjadi sarana untuk memperkenalkan karya masyarakat Mimika kepada pasar di luar Papua.

Kabid Kreatif dan Daya Saing Produk Dekransda Mimika yang juga Perempuan asal Suku Kamoro, Nur Ifha Karupukaro, menilai langkah tersebut menjadi bagian penting dari tugas Dekranasda dalam membantu pelaku UMKM mendapatkan akses pasar yang lebih jelas.

“Peran Dekranasda saat ini adalah menyiapkan jalan bagi pelaku UMKM agar pasar penjualan jelas. Itu dimulai dari kita, Dekranasda, memamerkan produk dari Mimika di kancah nasional,” ujar Nur Ifha kepada media ini, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, pelaku UMKM tidak cukup hanya didorong untuk menghasilkan produk. Mereka juga membutuhkan ruang promosi, akses pasar dan kesempatan untuk memperkenalkan hasil karya kepada konsumen yang lebih luas.

“Jadi tugas kita untuk menyiapkan jalan, menyiapkan pasar bagi pelaku kerajinan dan lainnya,” katanya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa kehadiran Dekranasda Mimika di berbagai pameran nasional memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar mengejar penghargaan.

Ketika produk lokal dibawa keluar daerah, terdapat peluang bagi pengrajin untuk memperkenalkan kualitas produknya, membangun jejaring, menemukan calon pembeli hingga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.

Capaian Dekranasda Mimika di Apkasi Otonomi Expo selama dua tahun berturut-turut menjadi momentum untuk memperkuat branding produk lokal.

Penghargaan Stand Paling Atraktif 2025 menunjukkan kreativitas Mimika dalam menghadirkan produk dan identitas daerah. Sementara penghargaan Best Local Branding 2026 semakin mempertegas bagaimana kekuatan identitas lokal Mimika mampu dikemas dan diperkenalkan dalam kompetisi tingkat nasional.

Di balik keberhasilan tersebut terdapat karya para pengrajin dan pelaku UMKM yang menghasilkan produk dengan kekhasan budaya dan potensi lokal Mimika.

Karena itu, ukuran keberhasilan ke depan bukan hanya berapa banyak penghargaan yang diperoleh, tetapi sejauh mana panggung nasional tersebut mampu membuka pasar nyata bagi masyarakat.

Pameran menjadi pintu masuk. Branding menjadi alat untuk memperkenalkan produk. Sedangkan pasar menjadi tujuan akhirnya.

Di sinilah peran Dekranasda menjadi strategis: menyiapkan jalan agar produk masyarakat tidak berhenti di etalase pameran, tetapi dapat menemukan konsumen dan pasar yang berkelanjutan.

Selain itu, konsistensi Dekranasda Mimika selama dua tahun terakhir juga memperlihatkan adanya upaya membangun citra daerah melalui kekuatan produk lokal.

Mimika tidak hanya datang membawa kerajinan. Mimika membawa cerita tentang budaya, kreativitas masyarakat, kekayaan lokal dan potensi ekonomi kreatif Papua Tengah.

Di bawah kepemimpinan Ny. Suzy Herawati Rettob, ruang promosi tersebut terus diperluas melalui keikutsertaan dalam berbagai agenda nasional.

Hal ini menjadi penting bagi pelaku UMKM, terutama pengrajin dari berbagai komunitas dan wilayah di Mimika. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan lokal mendapatkan kesempatan untuk dilihat oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Dua penghargaan Apkasi selama dua tahun berturut-turut akhirnya menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Tahun 2025 Stand Paling Atraktif dan pada tahun ini dinobatkan sebagai Best Local Branding.

Dua gelar itu menjadi penanda bahwa Mimika mampu tampil dan mendapatkan pengakuan di panggung nasional.

Namun lebih jauh dari sebuah piala, yang sedang dibangun adalah sebuah jalan: jalan dari tangan pengrajin Mimika menuju pasar Indonesia.

Dan ketika jalan itu semakin terbuka, harapannya bukan hanya nama Mimika yang semakin dikenal, tetapi juga semakin banyak produk masyarakat yang terjual, semakin luas jaringan usaha yang terbentuk, serta semakin kuat ekonomi kreatif dan UMKM di daerah.