TIMIKA, Torangbisa.com – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika meminta hasil kajian potensi daerah di Distrik Mimika Barat Jauh tidak hanya berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat menjadi dasar penyusunan program dan kebijakan pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIDA Kabupaten Mimika, Joseph Manggasa, saat menutup kegiatan seminar awal kajian potensi daerah yang berlangsung di Kantor Bapenda Mimika, Senin (10/8/2026).
Joseph mengatakan, seminar awal tersebut menjadi ruang penting bagi tim penyusun untuk mendapatkan berbagai masukan, termasuk kritik dan saran dari perangkat daerah terkait.
“Masukan-masukan kritis ini yang dibutuhkan oleh tim penyusun untuk mulai bekerja, khususnya dalam merumuskan metodologi dan segera mencari data primer maupun sekunder untuk menyelesaikan pekerjaan akademis ini,” ujarnya.
Menurutnya, kajian tersebut pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Distrik Mimika Barat Jauh, sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Karena itu, BRIDA berharap tim penyusun dari Universitas Bosowa dapat menyusun rekomendasi yang lebih konkret dan dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kami sangat berharap tim penyusun menyusun kegiatan-kegiatan per OPD yang bersangkutan, sehingga menjadi rekomendasi bagi kami untuk dikoordinasikan kepada perangkat daerah terkait,” katanya.
Joseph menjelaskan, kajian tersebut juga merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti arah pembangunan pemerintah daerah, termasuk mendorong pembangunan dari kampung menuju kota dengan menggali potensi kewilayahan yang dimiliki setiap distrik.
Ia meminta agar hasil kajian nantinya memuat skema intervensi, baik antar-OPD maupun lintas sektor dan lintas wilayah.
“Sehingga nanti mungkin ada alternatif kolaborasi atau kerja sama lintas sektor atau lintas wilayah. Kalau perlu, direkomendasikan juga peluang kerja sama antarwilayah,” jelasnya.
Menurut Joseph, potensi wilayah Mimika Barat Jauh juga dapat dikembangkan sebagai salah satu pintu pertumbuhan ekonomi ke arah barat, termasuk membuka peluang kerja sama dengan wilayah di provinsi tetangga.
Lebih lanjut, Joseph menegaskan BRIDA ingin setiap kajian yang dihasilkan menjadi dokumen yang hidup dan dapat digunakan dalam proses pembangunan.
“Jangan dokumen ini selesai kemudian kita parkir di lembaga atau rak kita masing-masing. Kami harapkan dokumen ini pertama diserahkan kepada OPD terkait dan kedua akan kami publikasikan secara online melalui sistem kami,” ujarnya.
Dengan demikian, hasil kajian dapat diakses dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang membutuhkan.
Joseph mengatakan, publikasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya BRIDA memperluas pemanfaatan hasil riset dan kajian yang dilakukan untuk mendukung pembangunan Kabupaten Mimika.
Untuk menghasilkan kajian yang berkualitas, ia meminta dukungan pimpinan perangkat daerah dalam menyediakan data yang dibutuhkan tim penyusun.
“Kami mohon difasilitasi dalam penyampaian atau penyediaan data terkait, sehingga hasil dari dokumen ini bisa berdasarkan atau berbasis pada data yang valid,” katanya.
Ia menegaskan, BRIDA berkomitmen mendorong kebijakan pemerintah daerah yang berbasis data dan bukti.
Ia berharap data dan bukti yang dikumpulkan dalam kajian tersebut nantinya dapat menjadi rujukan dalam menentukan program maupun bentuk intervensi yang akan dilakukan masing-masing OPD.
Joseph juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan perwakilan perangkat daerah yang telah hadir dan memberikan masukan dalam seminar awal tersebut.
“Jargon kami bahwa kami adalah penyedia kebijakan berbasis data. Kami memproduksi evidence based policy. Jadi ini yang coba kami tetap menjadi target dan tujuan kami di BRIDA,” tuturnya.

















