Mimika

BPN Mimika Targetkan 495 Bidang Tanah Masuk Program PTSL 2026

×

BPN Mimika Targetkan 495 Bidang Tanah Masuk Program PTSL 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mimika, Yosep Simon Done Saat diwawancarai awak media usai rapat (Foto: Yani/ Torangbisa.com).

Timika, Torangbisa.com – Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mimika, Yosep Simon Done, mengatakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) terus didorong untuk mempercepat sertifikasi dan validasi seluruh bidang tanah di Kabupaten Mimika.

Hal itu disampaikannya saat diwawancarai awak media di Aula Kantor Pertanahan Kabupaten Mimika, Jalan SP2, Selasa (12/05/2026).

Menurut Yosep, PTSL merupakan program pendaftaran tanah secara menyeluruh yang bertujuan agar seluruh bidang tanah dapat terdaftar secara resmi dan masuk dalam satu sistem peta lengkap.

“Sekarang namanya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL. Program ini lebih teknis dan bertujuan supaya semua bidang tanah bisa terdaftar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui program tersebut tidak hanya tanah yang belum memiliki sertifikat yang didata, tetapi tanah yang sudah bersertifikat juga akan divalidasi kembali agar memiliki titik koordinat yang jelas dan terintegrasi dalam sistem pemetaan digital.

“Kalau dulu masih manual, sekarang lewat program ini kita validasi semua bidang tanah supaya tidak hilang lagi datanya. Banyak sertifikat lama yang belum punya titik koordinat yang jelas, sekarang kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Yosep menambahkan, apabila seluruh bidang tanah terutama di wilayah perkotaan telah terdaftar dan tervalidasi, maka Mimika dapat masuk dalam kategori “kota lengkap” pertanahan.

Untuk tahun 2026, Kantor Pertanahan Mimika menargetkan sekitar 495 bidang tanah masuk dalam program PTSL. Namun pelaksanaannya masih menunggu petunjuk teknis terbaru dari kementerian terkait penetapan lokasi.

“Kita rencanakan sekitar 495 bidang tanah. Saat ini kami masih koordinasi dengan kementerian karena ada aturan baru terkait penetapan lokasi,” jelasnya.

Ia berharap dalam dua minggu ke depan lokasi pelaksanaan program sudah dapat ditetapkan sehingga proses sertifikasi dapat segera berjalan.

Yosep juga menegaskan bahwa program PTSL tidak dipungut biaya alias gratis bagi masyarakat sesuai ketentuan pemerintah.

“PTSL itu gratis. Mudah-mudahan dua minggu ke depan lokasi sudah bisa ditetapkan dan program segera berjalan,” tutupnya.