Timika, Torangbisa.com – Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Timika memprediksi wilayah Timika dan sekitarnya masih akan mengalami hujan dalam beberapa bulan ke depan. Bahkan puncak hujan diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga Agustus 2026
Forecaster BMKG Timika, Gymnastiar bersama Muhammad An Nafi’, saat diwawancarai awak media di kantor BMKG, Selasa (10/03/2026), menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG, musim kemarau tahun 2026 secara umum datang lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dari informasi yang kami terima pada 4 Maret lalu, musim kemarau tahun 2026 diprediksi datang lebih awal. Namun puncaknya terjadi pada bulan Agustus untuk wilayah Indonesia bagian barat,” jelasnya.
Meski demikian, kondisi di wilayah timur Indonesia, khususnya Papua, memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan wilayah lain.
Ia menjelaskan bahwa pada beberapa waktu terakhir masih dipengaruhi fenomena La Niña. Namun kondisi tersebut diperkirakan akan berubah menjadi netral pada Maret hingga April mendatang.
“Ketika kondisi sudah netral, dampaknya terhadap cuaca di Papua tidak terlalu signifikan. Karena itu wilayah Papua, termasuk Timika, masih tergolong dalam musim penghujan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat potensi hujan masih akan terjadi di wilayah Timika dalam beberapa bulan ke depan.
“Untuk bulan Mei sampai Juli itu masih ada potensi hujan. Bahkan kemungkinan puncak hujannya terjadi pada Juli sampai Agustus,” katanya.
BMKG juga menjelaskan bahwa prakiraan cuaca detail biasanya dipantau dalam jangka waktu pendek, yakni sekitar tiga hari ke depan, karena kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat.
Selain kondisi cuaca, BMKG juga memantau tinggi gelombang di sejumlah wilayah pesisir seperti Timika, Kokonao, Agats, dan Pomako.
“Untuk kondisi hari ini tinggi gelombang di beberapa wilayah seperti Timika, Kokonao, Agats, dan Pomako masih tergolong sedang, sehingga relatif aman untuk aktivitas pelayaran maupun aktivitas nelayan,” jelasnya.
Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca secara tiba-tiba.
BMKG berharap informasi prakiraan cuaca ini dapat menjadi acuan bagi masyarakat maupun instansi terkait dalam merencanakan berbagai aktivitas, terutama yang berkaitan dengan wilayah pesisir dan kegiatan di laut.















