Timika, Torangbisa.com – Kepala Cabang PELNI Timika, Sigit Sujatmoko, mengungkapkan arus mudik Lebaran 2026 melalui jalur laut berjalan lancar dengan jumlah penumpang mendekati 2.000 orang, serta adanya program diskon tiket 30 persen yang masih bisa dimanfaatkan untuk arus balik.
Kepala Cabang PT PELNI Timika, Sigit Sujatmoko, saat diwawancarai awak media di Eme Neme Yauware, Rabu (25/03/2026).
menyampaikan bahwa pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Timika telah selesai dengan lancar. Puncak keberangkatan terakhir dilayani oleh KM Sirimau pada 19 Maret dan KM Tatamailau pada 20 Maret, serta didukung oleh KM Leuser yang turut mengangkut penumpang.
“Total penumpang yang terangkut hampir mencapai 2.000 orang dari beberapa kapal yang beroperasi,” ujar Sigit.
Memasuki arus balik, PELNI Timika memprediksi lonjakan penumpang akan terjadi mulai awal April, khususnya pada tanggal 3 hingga 7 April 2026.
Sejumlah kapal telah disiapkan, di antaranya KM Tatamailau, KM Sirimau, serta kapal perintis Sabuk Nusantara yang dijadwalkan beroperasi sekitar 10 April.
Sigit menjelaskan, tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi laut tidak lepas dari kebijakan stimulus pemerintah berupa diskon tiket sebesar 30 persen dari tarif dasar, di luar biaya asuransi dan pass penumpang.
“Program diskon ini sangat membantu masyarakat. Untuk arus balik nanti, diskon 30 persen juga masih berlaku selama kuota tersedia,” jelasnya.
Hingga 21 Maret 2026, kuota tiket diskon masih tersisa sekitar 28 persen. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera melakukan pemesanan tiket sebelum kuota habis, terutama menjelang puncak arus balik pada 5 dan 7 April.
PELNI juga mengingatkan masyarakat agar membeli tiket melalui kanal resmi, seperti aplikasi Pelni Mobile maupun layanan perbankan digital seperti Livin Mandiri dan BRImo, guna menghindari penipuan.
“Kami tidak melayani penjualan tiket melalui WhatsApp, Instagram, atau Facebook. Gunakan aplikasi resmi Pelni Mobile agar aman dan mudah,” tegasnya.
Untuk rute arus balik, KM Tatamailau dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Bitung, sedangkan KM Sirimau dari Kupang. Sementara itu, KM Leuser diperkirakan kembali melayani rute Timika pada pertengahan hingga akhir April setelah menyelesaikan penugasan di wilayah Kalimantan dan Jawa.
Dari sisi jumlah penumpang, terjadi peningkatan sekitar 7 hingga 8 persen dibandingkan tahun lalu, atau bertambah sekitar 300 hingga 400 orang. Meski demikian, kapasitas kapal dinilai masih mencukupi karena adanya dispensasi penambahan kapasitas hingga 30–40 persen dari pemerintah.
Sigit menambahkan, karakteristik masyarakat Timika yang mayoritas merayakan Natal dan Tahun Baru turut memengaruhi pola arus mudik Lebaran yang relatif tidak terlalu padat dibandingkan daerah lain.
“Banyak masyarakat justru merayakan Lebaran di Timika bersama keluarga, sehingga arus mudik tidak terlalu tinggi,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi peran media dan seluruh stakeholder yang telah membantu mensosialisasikan informasi terkait angkutan Lebaran, sehingga proses mudik berjalan tertib dan lancar.
“Terima kasih kepada teman-teman media yang terus membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tutup Sigit.












