Timika, Torangbisa.com – Wakil Ketua Poksus DPRK Mimika, Anton Niwilingame Alom, memberikan apresiasi atas pelantikan dua pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Kamis (15/1/2026) bertempat di Gedung DPRK Mimika.
Anton mengawali pernyataannya dengan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong yang dinilainya telah menjawab keinginan masyarakat asli Kabupaten Mimika melalui proses pelantikan pejabat tersebut.
“Saya mau respon sedikit terkait pejabat yang baru dilantik hari ini. Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika karena telah menjawab keinginan masyarakat asli Kabupaten Mimika,” ujar Anton.
Ia menilai proses pengisian jabatan melalui mekanisme lelang jabatan merupakan langkah yang baik, meskipun pada awalnya sempat menuai keraguan dari berbagai pihak.
“Walaupun lewat lelang jabatan, tapi ini finish dengan hasil yang bagus. Awalnya banyak yang meragukan, nanti akan bagaimana, tapi nyatanya hasilnya baik. Ini sebuah harapan,” ungkapnya.
Anton juga menegaskan bahwa selama ini dirinya kerap menyuarakan pentingnya penempatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memberdayakan Orang Asli Papua (OAP), khususnya masyarakat Amungme dan Kamoro sebagai pemilik wilayah adat di Kabupaten Mimika.
“Setiap kabupaten di Papua itu punya kekhususan. Di Timika ada Amungme dan Kamoro, dan sekarang itu sudah mulai terlihat. Sebagian besar masyarakat Kabupaten Mimika itu yang saya sampaikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anton mengingatkan bahwa pelantikan pejabat bukan sekadar simbol untuk melengkapi struktur OPD, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Pejabat yang dilantik hari ini bukan hanya simbol untuk melengkapi salah satu OPD. Itu tanggung jawab berat. Ke depan harus benar-benar melaksanakan tugas yang diamanahkan negara, dalam hal ini oleh Bupati dan Wakil Bupati,” katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga kesehatan dan integritas dalam menjalankan tugas, mengingat banyak pejabat memiliki latar belakang pendidikan dan golongan yang tinggi namun terkadang terhambat oleh faktor lain.
“Pertama, jaga kesehatan, kurangi hal-hal buruk karena kesehatan itu segalanya. Kedua, lakukan tugas dengan dasar tanggung jawab untuk menjawab kepercayaan yang negara berikan,” pungkas Anton.










