Timika, Torangbisa.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Tengah, Selasa (27/10/2026).
Kunjungan ini difokuskan pada penguatan stabilitas pangan, keamanan, serta percepatan pembangunan di Papua.
Dalam kunjungan tersebut, Menko Polkam menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), gubernur, para bupati, serta jajaran TNI-Polri. Ia juga meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Limau Asri Timur, SP 5, serta memberikan pengarahan kepada personel Satgas di Papua dan jajaran Kogabwilhan III di Mako Yonif 754/Eme Neme Kangasi.
Dudung didampingi Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, Pangdam XXIX/Mambruk Mayjen TNI Aminton Manurung, Kaops Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Faisal Rahmadhani, dan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini.
Usai memberikan pengarahan kepada prajurit, Dudung megatakan memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan agar pembangunan di Papua berjalan terpadu dan menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah.
“Keamanan pasti akan berdampak langsung kepada kesejahteraan rakyat. Karena itu, pemerintah daerah dan aparat terkait harus bekerja bersama, berkolaborasi, dan berkoordinasi, bukan berjalan masing-masing,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengoordinasikan berbagai kelembagaan untuk melihat perkembangan situasi keamanan sekaligus memastikan program pembangunan di Papua berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Lanjutnya, dalam arahannya kepada prajurit TNI-Polri, Dudung mengingatkan agar seluruh personel mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok maupun golongan.
“Loyalitaslah kepada Merah Putih. TNI-Polri berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jadilah prajurit pejuang yang mengutamakan kepentingan umum,” ujarnya.
Dudung juga mengungkapkan dua pendekatan dalam menjaga keamanan Papua, yakni penegakan tugas terhadap kelompok yang mengganggu keamanan dan pendekatan persuasif melalui upaya merangkul masyarakat untuk bersama-sama membangun Tanah Papua.
Menurutnya, upaya menjaga keamanan harus berjalan beriringan dengan pendekatan hati dan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia berharap pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen terkait dapat terus memperkuat sinergi demi menciptakan situasi yang aman, menjaga stabilitas pangan, serta mendorong Papua Tengah semakin maju dan sejahtera.
“Semoga ke depan pemerintah daerah, TNI-Polri, dan semua elemen terkait memiliki satu kesepakatan untuk Merah Putih, untuk bangsa dan negara,” tutupnya.

















