Scroll untuk baca artikel
Religi

Kemenhaj Jayawijaya Gandeng Pemda, Perkuat Layanan Haji Berbasis Data

×

Kemenhaj Jayawijaya Gandeng Pemda, Perkuat Layanan Haji Berbasis Data

Sebarkan artikel ini
Penyerahan Plakat dari Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jayawijaya, Abdul sakir kepada Bpk Plt. SEKDA Kab Jayawijaya, Drs. Tinggal Wusuma, (Foto: Istimewa). 

Wamena, Torangbisa.com – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jayawijaya memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung transformasi pelayanan haji yang lebih akurat, transparan, dan terintegrasi.

Komitmen tersebut dibahas Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Jayawijaya, Abdul Sakir, dalam silaturahmi bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Drs. Tinggal Wusuma, M.AP., pada Selasa (13/10/2026).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan memperkuat dukungan lintas sektor terhadap peningkatan pelayanan jemaah haji di Kabupaten Jayawijaya.

Dalam pembahasan itu, kedua pihak menyoroti pentingnya digitalisasi layanan jemaah haji berbasis data kependudukan. Upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk memperkuat integrasi data dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pembahasan mencakup integrasi data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), termasuk pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan data biometrik untuk mendukung proses validasi identitas jemaah.

Integrasi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan akurasi data, mencegah ketidaksesuaian identitas, serta mendukung pengelolaan antrean haji secara lebih tertib dan adil.

Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Jayawijaya, Abdul Sakir, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah merupakan unsur penting dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam pelaksanaan pelayanan di daerah.

“Pembenahan pelayanan haji harus ditopang oleh data yang akurat, koordinasi yang kuat, dan komitmen bersama. Kami berharap dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat validasi data jemaah serta memastikan pelayanan berjalan lebih tertib, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar perubahan sistem administrasi, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan ibadah haji.

Data yang valid dan terintegrasi diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas sekaligus mendukung pelayanan yang lebih tepat sasaran bagi calon jemaah haji.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Sakir juga menyerahkan plakat Kemenhaj Kabupaten Jayawijaya kepada Plt. Sekda, Tinggal Wusuma, sebagai simbol silaturahmi dan komitmen memperkuat kolaborasi antara Kemenhaj dan pemerintah daerah.

Melalui koordinasi berkelanjutan, Kemenhaj Kabupaten Jayawijaya berharap dukungan lintas sektor dapat diwujudkan dalam langkah konkret, mulai dari penguatan koordinasi hingga peningkatan kualitas pelayanan bagi calon jemaah haji.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kemenhaj Kabupaten Jayawijaya untuk mendorong pelayanan haji yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada perlindungan hak jemaah, sehingga masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan ibadah ke Tanah Suci dengan lebih baik.