Timika, Torangbisa.com – Kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah Kabupaten Mimika berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan, terutama akibat terbatasnya jarak pandang untuk proses pendaratan pesawat.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan kondisi asap yang cukup tebal pada Senin (12/10/2026) turut berdampak pada operasional penerbangan, termasuk pesawat-pesawat kecil yang biasanya melayani penerbangan di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Johannes saat diwawancarai awak media di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan apakah pesawat dapat melakukan pendaratan dengan aman. Ia menyebut jarak pandang sekitar 5.000 meter untuk pesawat berukuran besar, sedangkan kondisi yang lebih baik dapat mencapai 8.000 meter.
“Kalau jarak pandangnya hanya 1.000 sampai 2.000 meter, pesawat tidak bisa,” ujarnya.
Johannes juga mengungkapkan bahwa sejumlah penerbangan dilaporkan mengalami gangguan akibat ketebalan asap. Namun, ia tidak merinci jumlah penerbangan yang tertunda maupun rute yang terdampak.
Ia menilai fasilitas Bandara Mimika sudah cukup memadai. Meski demikian, kelancaran operasional penerbangan tetap bergantung pada kondisi jarak pandang, dukungan peralatan navigasi, serta keputusan pilot berdasarkan prosedur keselamatan penerbangan.
Kondisi ini menjadi perhatian karena transportasi udara memiliki peran penting dalam menghubungkan Mimika dengan daerah lain, termasuk wilayah-wilayah yang mengandalkan penerbangan sebagai akses transportasi utama.
Pemerintah daerah terus mencermati perkembangan kabut asap yang berdampak pada aktivitas masyarakat. Sementara itu, informasi resmi mengenai penundaan atau pembatalan penerbangan perlu dikonfirmasi kepada pihak bandara dan maskapai.
Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan, terutama ketika kondisi atmosfer membatasi jarak pandang.















