Scroll untuk baca artikel
Mimika

Indeks Kualitas Udara Mimika Disebut Tembus 250, DLH: Warga Kurangi Aktivitas di Luar

×

Indeks Kualitas Udara Mimika Disebut Tembus 250, DLH: Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Sebarkan artikel ini
Pegawai Dinas Lingkungan Hidup saat memasang alat Pasive Sample untuk memantau Indeks Kualitas Udara di Mimika (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Kualitas udara di Kabupaten Mimika tengah menjadi perhatian menyusul meningkatnya indeks kualitas udara hingga berada di kisaran 250.

Kondisi tersebut terjadi akibat munculnya asap kiriman dari wilayah Papua Selatan.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Kepala Seksi Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Maikel Yumame, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pemantauan kualitas udara secara rutin bersama Kementerian Lingkungan Hidup.

“Untuk kualitas udara di Mimika, sementara kami sedang melaksanakan kegiatan rutin, yaitu pemantauan kualitas udara bersama Kementerian Lingkungan Hidup. Dalam satu tahun kami laksanakan dua kali,” kata Maikel.

Menurutnya, pemantauan dilakukan dengan memasang alat pengukur kualitas udara di sejumlah titik yang mewakili berbagai kawasan di Mimika.

Pemantauan tersebut dilakukan di kawasan perumahan BTN Kamoro, kawasan perkantoran Pusat Pemerintahan SP3, kawasan industri Kuala Kencana (LIP), serta kawasan Bundaran Timika Indah dan Pasar Baru.

Dari sejumlah titik pemantauan tersebut, kawasan Pasar Baru tercatat memiliki tingkat pencemaran udara paling tinggi. Tingginya aktivitas kendaraan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi udara di kawasan tersebut.

“Dari empat tempat ini, kualitas udara paling tinggi itu Pasar Baru karena di situ banyak aktivitas kendaraan, terutama asap kendaraan,” jelasnya.

Namun, Maikel menegaskan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kualitas udara di Mimika masih dalam proses pengujian di Kementerian Lingkungan Hidup.

“Hasil laboratorium kualitas udara di Mimika masih sementara diuji di Kementerian Lingkungan Hidup. Nanti kalau sudah ada, mereka akan kirim hasil uji kepada kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, data sementara yang dilaporkan menunjukkan indeks kualitas udara di Mimika berada di kisaran 250. Angka tersebut disebut sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama jika kondisi tersebut terus berlangsung.

“Kisaran 250 itu sangat berbahaya untuk kesehatan dan sudah berlangsung sejak ada asap kiriman,” ungkap Maikel.

Padahal, sebelum kondisi tersebut terjadi, indeks kualitas udara di Kabupaten Mimika disebut masih berada pada kisaran 100–120.

Menghadapi kondisi tersebut, DLH Mimika mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kualitas udara sedang memburuk.

“Kami imbau kepada masyarakat supaya kurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau mau beraktivitas, kalau bisa pakai masker,” tegasnya.

DLH Mimika juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi udara saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Penggunaan masker dan mengurangi paparan langsung terhadap udara yang tercemar menjadi langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat sambil menunggu hasil uji laboratorium resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup.