Timika, Torangbisa.com — Upaya mencari jalan pulang bagi tujuh warga Jila yang hingga kini belum diketahui keberadaannya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Mimika bersama aparat keamanan.
Pendekatan persuasif dan kekeluargaan dipilih untuk mencegah munculnya konflik baru.
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, mengatakan persoalan tersebut bermula dari laporan keluarga yang menyebut tujuh warga tersebut diambil secara ilegal dari orang tua mereka.
“Kewajiban kita bahwa awal itu kan diambil secara ilegal, tanda kutip, dari orang tuanya. Yang komplain kan orang tuanya. Mau anaknya iya dan tidak, kita sementara lakukan pendekatan,” ujar Jermias, Senin (1/10/2026).
Menurutnya, penyelesaian melalui komunikasi dan pendekatan damai perlu dikedepankan karena persoalan tersebut dapat berdampak lebih luas, terutama mengingat wilayah Jila memiliki keterkaitan dengan Kabupaten Nduga.
Kapolda menyebut keberadaan masyarakat asal Nduga yang tinggal di Mimika dapat menjadi bagian dari upaya membuka komunikasi dengan pihak-pihak terkait.
“Dampaknya akan besar di Mimika ini. Ingat, ini berbatasan dengan Kabupaten Nduga. Di sini juga ada warga yang asalnya dari suku Nduga. Kenapa enggak kita pakai cara-cara damai untuk menyelesaikan persoalan ini?” katanya.
Ia menegaskan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat Jila maupun warga asal Nduga yang berada di Mimika.
Jermias juga menyatakan optimistis persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan pendekatan kekeluargaan.
“Saya optimis, mudah-mudahan kita jalan. Pemda punya kewenangan untuk warga Jila, kita bicara baik-baik dengan Kabupaten Nduga, warga di Nduga yang ada di sini, kita komunikasikan,” ujarnya.
Kapolda turut mendorong agar semua pihak menjaga situasi tetap aman dan tidak mengambil langkah yang berpotensi memicu konflik.
“Tinggal mohon doanya saja kita bisa selesaikan ini dengan damai. Jangan ada konflik sudah, kita sudah capek dengan konflik,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan pemerintah daerah telah membentuk tim khusus untuk membantu proses komunikasi dan pendekatan terkait keberadaan tujuh warga Jila tersebut.
Tim tersebut melibatkan keluarga serta unsur masyarakat Nduga dan Amungme. Pelibatan berbagai unsur masyarakat diharapkan dapat mempermudah komunikasi melalui pendekatan budaya dan kekeluargaan.
“Kami sudah membentuk tim khusus dari keluarga, baik keluarga masyarakat Nduga maupun masyarakat Amungme untuk bisa berkoordinasi dengan baik,” kata Johannes.
Menurutnya, upaya membangun komunikasi untuk menyampaikan pesan perdamaian juga telah dilakukan sebelumnya. Salah satunya melalui kegiatan bakar batu bersama masyarakat.
“Bahkan sebelum kita melakukan itu mereka sudah pernah kita bakar batu di sini untuk menyampaikan hasrat bahwa semua harus damai, mereka semua kembali. Sudah kita lakukan itu,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap proses pendekatan yang dilakukan dapat membuka ruang penyelesaian sehingga tujuh warga Jila dapat kembali kepada keluarga dengan aman tanpa menimbulkan persoalan baru.
“Mudah-mudahan, kita tunggu waktunya saja,” kata Johannes.

















