Scroll untuk baca artikel
Nasional

Rampeani Rachman: Jamaah Haji Harus Perkuat Ilmu dan Kemandirian Sebelum ke Tanah Suci

×

Rampeani Rachman: Jamaah Haji Harus Perkuat Ilmu dan Kemandirian Sebelum ke Tanah Suci

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Mimika sekaligus Ketua terpilih DPD PFK-KBIHU Kabupaten Mimika, Hj. Rampeani Rachman Dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Papua, H. Musa Narwawan Bersama jamaah haji Berfoto bersama usai manasik akbar jamaah haji (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Anggota DPRK Mimika sekaligus Ketua terpilih DPD PFK-KBIHU Kabupaten Mimika, Hj. Rampeani Rachman, mengingatkan calon jamaah haji untuk mempersiapkan diri secara matang, baik dari sisi ilmu, fisik, mental maupun spiritual sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Pesan tersebut disampaikan Rampeani saat memaparkan materi dalam kegiatan Manasik Akbar Jamaah Haji Tahun 1448 H/2027 M yang berlangsung di Eme Neme Yauware, Selasa (29/9/2026).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Dalam penyampaiannya, Rampeani mengingatkan para calon jamaah haji bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan panggilan Allah yang tidak diperoleh semua orang.

Menurutnya, jamaah yang telah mendapatkan kesempatan tersebut harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya dan tidak menyia-nyiakan waktu selama masih berada di tanah air.

“Jangan pernah sia-siakan waktu ketika Bapak-Ibu masih di tanah air. Perbanyak sujud, perbanyak doa, perbanyak amal kepada Allah dan perbanyak meminta kepada Allah agar perjalanan ini menjadi perjalanan ibadah yang diridai,” pesannya.

Ia juga mengajak calon jamaah untuk tidak hanya mempersiapkan perlengkapan dan kebutuhan selama berada di Tanah Suci, tetapi lebih mengutamakan kesiapan hati dan pemahaman terhadap rangkaian ibadah haji.

Rampeani menegaskan, kegiatan manasik tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan untuk mendapatkan pengetahuan teknis mengenai pelaksanaan haji.

“Manasik ini bukan sekadar mendengar materi. Kejar isi daripada materi. Pahami mengapa kita melakukan tawaf, mengapa kita melakukan setiap rangkaian ibadah. Jangan hanya sekadar menggunakan pakaian putih,” ujarnya.

Ia mengingatkan jamaah bahwa selama berada di Tanah Suci, berbagai situasi dapat terjadi sehingga diperlukan kesabaran, keikhlasan dan kemampuan untuk mengendalikan diri.

Karena itu, kata Rampeani, calon jamaah perlu membangun pola pikir positif dan tidak membawa persoalan yang terjadi di tanah air ke dalam perjalanan ibadah.

“Jangan pernah di benak Ibu dan Bapak membayangkan sesuatu yang negatif. Fokuslah pada ibadah dan manfaatkan waktu di Tanah Suci untuk mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rampeani juga menekankan pentingnya kemandirian jamaah haji. Menurutnya, keberadaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) bukan untuk membuat jamaah selalu bergantung, melainkan membekali mereka dengan pengetahuan agar mampu menjalankan ibadah secara mandiri.

Ia berharap seluruh jamaah yang mengikuti manasik dapat memahami setiap tahapan ibadah sejak masih berada di tanah air.

“Tugas KBIHU adalah memberikan pemahaman dan pembekalan. Sehingga ketika sampai di Tanah Suci, Bapak-Ibu sudah mandiri dan tidak lagi bergantung kepada KBIHU,” jelasnya.

Rampeani mengatakan kemandirian tersebut mencakup kemampuan jamaah dalam memahami tata cara ibadah, menjaga kesehatan, mengatur diri, serta menghadapi berbagai kondisi selama berada di Tanah Suci.

Ia juga mengajak para calon jamaah untuk terus mengikuti kegiatan manasik dan memperbanyak belajar dari para pembimbing.

“Semakin banyak Bapak-Ibu mendapatkan guru dan ilmu, semakin banyak bekal yang didapat. Ketika berada di Tanah Suci, yang dicari bukan sekadar pengalaman, tetapi isi dan hikmah dari setiap ibadah yang dilakukan,” tuturnya.

Rampeani berharap seluruh calon jamaah haji Kabupaten Mimika dapat mempersiapkan keberangkatan dengan penuh kesungguhan dan menjaga kesehatan hingga waktu keberangkatan tiba.

“Jaga kesehatan, perbanyak ibadah dan terus mengikuti semua kegiatan manasik. Insya Allah, dengan kesiapan hati, iman dan ilmu, Bapak-Ibu dapat menjalankan ibadah haji dengan baik,” pungkasnya.