Scroll untuk baca artikel
Mimika

Produk UMKM Mimika Curi Perhatian di Serambi Nusantara, Peluang Pasar Nasional Terbuka Lebar

×

Produk UMKM Mimika Curi Perhatian di Serambi Nusantara, Peluang Pasar Nasional Terbuka Lebar

Sebarkan artikel ini
Ketua Dekranasda Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Herawati Rettob bersama pengurus Dekranasda Kabupaten Mimika saat berada di stan Kabupaten Mimika yang menampilkan hasil kerajinan asli Mimika (Foto: Istimewa)

Semarang, Torangbisa.com – Keikutsertaan Kabupaten Mimika dalam Pameran Serambi Nusantara yang menjadi bagian dari rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Nasional di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi momentum penting untuk membawa produk dan potensi ekonomi kreatif Papua Tengah menembus pasar yang lebih luas.

Gerai Mimika tidak hanya menjadi tempat memamerkan produk khas daerah, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha lokal dengan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Beragam kerajinan dan produk UMKM yang ditampilkan mendapat perhatian tinggi dari pengunjung sejak hari pertama pameran.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Sekretaris Dekranasda Mimika, Lintje Siwabessy Paiman, mengungkapkan tingginya ketertarikan masyarakat terhadap produk yang dibawa dari Mimika bahkan membuat tim di gerai harus bekerja ekstra melayani pengunjung.

“Hari pertama kami kewalahan. Mungkin masyarakat ingin melihat apa yang dibawa oleh teman-teman dari Papua,” ujar Lintje di Semarang, Senin (14/9/2026).

Menurut Lintje, antusiasme tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan UMKM Mimika. Sebab, pameran berskala nasional seperti Serambi Nusantara memberikan kesempatan bagi produk lokal untuk dikenal oleh calon konsumen yang selama ini belum memiliki akses langsung terhadap produk-produk dari Papua.

Ia menilai, promosi secara langsung di tingkat nasional juga penting untuk membangun kepercayaan sekaligus membuka jejaring pemasaran bagi pelaku UMKM Mimika.

“Ini kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan potensi Mimika kepada masyarakat luas. Bukan hanya memperkenalkan daerah, tetapi juga membuka peluang agar produk UMKM kita bisa memiliki pasar di luar Papua,” jelasnya.

Pameran Serambi Nusantara sendiri menjadi salah satu titik temu ekonomi antardaerah. Kegiatan tersebut melibatkan 24 pemerintah provinsi, 70 pemerintah kabupaten/kota serta belasan kementerian.

Besarnya potensi ekonomi dalam kegiatan tersebut turut terlihat dari nilai transaksi yang berlangsung selama pameran. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut perputaran transaksi mencapai sekitar Rp500 juta setiap hari.

Menurut Luthfi, MTQ XXXI tidak hanya menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan dan persaudaraan antardaerah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Melalui MTQ, UMKM ikut tumbuh dan berkembang. Mereka yang berasal dari berbagai provinsi serta kabupaten/kota dapat bertemu sehingga kita bersama-sama merasakan perputaran ekonomi di wilayah Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Ia berharap pertemuan pelaku UMKM dari berbagai daerah tidak berhenti setelah pameran berakhir. Jejaring yang terbentuk selama kegiatan diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama bisnis dan memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal.

Bagi Mimika, kehadiran di Serambi Nusantara menjadi lebih dari sekadar partisipasi dalam sebuah pameran. Momentum tersebut menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa produk UMKM dari ujung timur Indonesia memiliki daya tarik, cerita, dan peluang untuk bersaing di pasar nasional.