Scroll untuk baca artikel
Mimika

APBD Mimika Defisit, DTPHP Pangkas Kegiatan yang Dinilai Tidak Urgen

×

APBD Mimika Defisit, DTPHP Pangkas Kegiatan yang Dinilai Tidak Urgen

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudharmono Saat diwawancarai (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika melakukan efisiensi sejumlah kegiatan menyusul kondisi APBD Perubahan 2026 yang mengalami defisit.

Plt Kepala DTPHP Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudharmono, mengatakan pihaknya belum mendapatkan alokasi tambahan anggaran dalam APBD Perubahan. Sebaliknya, sejumlah kegiatan harus disesuaikan melalui kebijakan efisiensi anggaran.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Hal tersebut disampaikan Abdul Haris saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (14/9/2026).

“Untuk APBD perubahan ini kita belum dapat alokasi anggaran karena kita tahu bahwa sekarang APBD defisit. Yang ada itu adalah efisiensi,” ujar Abdul Haris.

Menurutnya, kegiatan yang masih memungkinkan untuk dilaksanakan tetap dimasukkan dalam penyesuaian anggaran, sementara kegiatan yang dinilai tidak terlalu mendesak akan ditunda.

Salah satu kegiatan yang ditunda adalah perjalanan ke wilayah pegunungan. Rencana awal kegiatan tersebut berkaitan dengan distribusi bantuan serta sejumlah kebutuhan pertanian.

“Kegiatan yang bisa kita jalankan kita masukkan dalam efisiensi. Contohnya kami punya kegiatan perjalanan ke distrik pegunungan, itu tidak kita laksanakan karena di satu sisi masalah keamanan,” jelasnya.

Selain faktor keamanan, distribusi barang ke wilayah tersebut, produksi bibit dan penyaluran pupuk juga untuk sementara ditunda.

“Rencananya mau distribusi barang ke sana, selanjutnya produksi bibit, pupuk. Kita tunda karena situasi keamanan,” katanya.

Meski melakukan efisiensi, Abdul Haris memastikan sejumlah program yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan masyarakat tetap berjalan.

Menurutnya, bantuan kepada masyarakat berupa kegiatan penanaman padi masih dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan.

“Kemudian kita nilai berjalan seperti biasa, bantuan-bantuan ke masyarakat berupa penanaman padi untuk menjaga ketahanan pangan,” ungkapnya.

Ia juga menyebut penyaluran Dana Otsus untuk kegiatan yang berkaitan dengan ketersediaan pangan lokal telah berjalan.

“Dana-dana Otsus sudah tersalurkan juga, kegiatan-kegiatan untuk menjaga ketersediaan pangan lokal,” tambahnya.

Abdul Haris menegaskan anggaran dari kegiatan yang ditunda tersebut bukan dialihkan untuk membiayai program lain. Penyesuaian dilakukan sebagai bagian dari efisiensi akibat kondisi keuangan daerah.

“Anggarannya itu karena kita efisiensi, jadi kita kena pengurangan anggaran,” tegasnya.

Ia menyebut sejumlah kegiatan yang dianggap tidak terlalu urgen menjadi bagian dari evaluasi, seperti perjalanan distribusi ke wilayah pegunungan yang terkendala keamanan, kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang dinilai belum mendesak, serta beberapa agenda koordinasi.

“Kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu urgen seperti distribusi ke pegunungan karena masalah keamanan, kemudian juga Bimtek-Bimtek yang tidak terlalu penting, kemudian koordinasi-koordinasi yang bisa dipending, kita pending sementara karena terjadi defisit untuk efisiensi,” pungkas Abdul Haris.