Scroll untuk baca artikel
Politik

El Nino Makin Mengkhawatirkan, Naswin Usul Sumur Bor Jadi Prioritas di Setiap Desa

×

El Nino Makin Mengkhawatirkan, Naswin Usul Sumur Bor Jadi Prioritas di Setiap Desa

Sebarkan artikel ini
Naswin Rowo, Saat Di Konfirmasi,(Foto: Swot/Torangbisa.com)

Morotai Torangbisa.com — Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, semakin mengkhawatirkan.

Kondisi tersebut mendorong Anggota DPRD Pulau Morotai, Naswin Rowo, mengusulkan agar Pemerintah Daerah (Pemda) menjadikan penyediaan sumber air bersih sebagai salah satu prioritas dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Naswin mengusulkan pembangunan sumur bor di setiap desa sebagai langkah mitigasi untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kekeringan hingga awal 2027.

Hal itu disampaikan Naswin saat ditemui media, Rabu (9/9/2026). Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan sumber air alternatif sejak dini, sebelum kondisi berkembang menjadi krisis air bersih.

“Bencana El Nino sudah sangat mengkhawatirkan di Morotai sehingga harus ada langkah mitigasi untuk menghadapi situasi ini,” kata Naswin.

Ia menilai kondisi sumber air saat ini sudah menunjukkan tanda-tanda serius. Informasi Direktur Utama PDAM Pulau Morotai yang disampaikan melalui media sosial menyebutkan bahwa debit sumber air yang digunakan untuk pelayanan PDAM mengalami penurunan drastis.

Di sejumlah desa, masyarakat juga mulai merasakan dampaknya. Warga bahkan melakukan swadaya dengan memindahkan jaringan pipa menuju sumber air lain yang masih tersedia karena sumber sebelumnya mulai mengering. Bahkan, sejumlah sumur masyarakat dilaporkan mulai mengalami kekeringan.

Menurut Naswin, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah dalam penyusunan perubahan APBD 2026. Ia mengusulkan agar kegiatan yang belum direalisasikan dan dinilai tidak mendesak dapat dikaji kembali untuk melihat kemungkinan pengalihan anggaran, sesuai ketentuan yang berlaku, kepada program penyediaan air bersih.

“Dalam perubahan APBD Tahun 2026 ini, pemerintah harus memfokuskan anggaran pada item kegiatan yang tidak urgen dan belum direalisasikan agar bisa dialihkan untuk pembuatan sumur bor di setiap desa,” ujarnya.

Naswin mengatakan, sumur bor dapat menjadi sumber air alternatif bagi masyarakat ketika sumber air utama mengalami penurunan debit atau mengering. Selain kebutuhan rumah tangga, sumber air tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membantu petani menghadapi ancaman kekeringan.

Namun, ia mengingatkan agar pembangunan sumur bor tidak dilakukan sekadar sebagai proyek pembangunan. Pemda perlu terlebih dahulu memetakan desa yang rawan kekeringan, mengidentifikasi potensi sumber air bawah tanah, serta menentukan titik pengeboran berdasarkan kajian teknis.

“Air adalah kebutuhan dasar. Karena itu, penyediaan sumber air bersih harus menjadi salah satu prioritas pemerintah, terutama menghadapi kondisi kekeringan seperti sekarang,” pungkasnya.