Scroll untuk baca artikel
Berita Lokal

Wisata Kuliner Bido “Bernafas Dengan Tali”, Empat Tahun Dijaga Tanpa Honor Jelas

×

Wisata Kuliner Bido “Bernafas Dengan Tali”, Empat Tahun Dijaga Tanpa Honor Jelas

Sebarkan artikel ini
Kondisi bangunan Wisata Kuliner Bido uang mengalami rusak akibat tidak dijaga (Foto: Istimewa)

Morotai, Torangbisa.com — Kondisi destinasi wisata kuliner Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, kembali menjadi perhatian. Sejumlah pondok wisata terlihat mengalami kerusakan.

Beberapa bagian bangunan yang sudah tidak kokoh bahkan masih dipertahankan dengan cara diikat menggunakan tali pada bagian tertentu agar tetap berdiri.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Kondisi tersebut membuat fasilitas wisata yang seharusnya menjadi tempat nyaman bagi pengunjung justru terlihat memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan.

Pantauan Torangbisa.com, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIT, menunjukkan sejumlah fasilitas di kawasan wisata tersebut membutuhkan perhatian dan pemeliharaan.

Marin, petugas kebersihan yang telah menjaga kawasan itu selama kurang lebih empat tahun, mengatakan kerusakan fasilitas bukan persoalan baru.

Ia mengaku telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah dan Dinas Pariwisata, namun belum mendapat penanganan menyeluruh.

“Saya sudah lama di sini. Semenjak almarhum Benny Laos masih ada sampai sekarang, saya tetap menjaga tempat ini,” ujar Marin.

Ia meminta pemerintah tidak hanya membangun destinasi wisata, tetapi juga melakukan pengawasan dan pemeliharaan secara rutin.

“Kalau memang ada yang rusak, secepatnya diperbaiki supaya jangan bertambah rusak,” katanya.

Marin juga menyinggung nasib dirinya sebagai petugas yang selama ini menjaga kawasan tersebut. Ia mengaku sekitar empat tahun menjalankan tugas tanpa mendapatkan honor atau perhatian yang memadai dari pemerintah maupun pemerintah desa.

“Selama empat tahun saya tidak pernah dibantu oleh pemerintah, termasuk dari desa, apalagi dinas pariwisata. Masyarakat juga harus diperhatikan,” ungkapnya.

Meski demikian, Marin mengaku tetap menjaga kawasan tersebut karena merasa bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan kepadanya.

Ia berharap Dinas Pariwisata segera turun melakukan monitoring dan memastikan fasilitas wisata yang dibangun pemerintah tetap aman, layak dan terawat.

“Jangan hanya gonta-ganti kepala dinas, tetapi harus fokus kerja nyata. Minimal pengawasan dan pemeliharaan destinasi wisata dilakukan secara rutin,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Torangbisa.com masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai terkait kondisi fasilitas dan kejelasan pengelolaan kawasan wisata kuliner Desa Bido