Scroll untuk baca artikel
PeristiwaPolitik

DPRK Mimika Desak Langkah Konkret, Forkopimda Segera Dipanggil Bahas Maraknya Pembunuhan

×

DPRK Mimika Desak Langkah Konkret, Forkopimda Segera Dipanggil Bahas Maraknya Pembunuhan

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau saat menyampaikan beberapa hal didampingi sejumlah anggota DPRK Mimika dan juga didepan massa pendemo (Foto: Rame/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com — Rentetan kasus kekerasan yang kembali terjadi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu keprihatinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika. Peristiwa terbaru yang menewaskan dua pelajar pada Minggu (30/8/2026) menjadi perhatian serius.

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, mengatakan pihaknya akan menggelar pertemuan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mencari langkah nyata dalam mengatasi persoalan keamanan yang dinilai terus berulang.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Pertemuan tersebut rencananya melibatkan Bupati Mimika, TNI-Polri, serta seluruh unsur pimpinan daerah.

“Kami rencana panggil Forkopimda atau semua, TNI-Polri serta Bupati untuk kita duduk besok di sini, karena situasi yang terjadi pembunuhan ini berulang-ulang kali,” kata Primus, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, undangan pertemuan telah disiapkan oleh DPRK Mimika. Ia berharap rapat tersebut tidak sekadar membahas persoalan, tetapi menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat keamanan di tengah masyarakat.

Primus mengaku prihatin karena kasus kekerasan dan pembunuhan masih terus terjadi di Mimika.

“Penyelesaian seperti apa? Miris juga terjadi seperti ini terus-menerus,” ujarnya.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian DPRK adalah Kwamki Narama. Primus mendorong adanya pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas masyarakat, khususnya mereka yang keluar-masuk dari wilayah tersebut.

Ia mengusulkan pembangunan pos pengamanan yang dapat digunakan untuk memantau mobilitas warga sekaligus mencegah masuk atau keluarnya barang maupun alat yang berpotensi digunakan untuk melakukan kekerasan.

“Di Kwamki Narama itu harus bikin pos. Siapa yang keluar-masuk di situ, yang keluar dengan parang atau dengan alat tajam, itu kita harus pastikan. TNI-Polri harus pastikan di sana,” tegasnya.

Primus menilai langkah pencegahan harus segera diperkuat agar potensi konflik maupun aksi kekerasan dapat diantisipasi sejak dini.

DPRK Mimika berharap pertemuan bersama Bupati, TNI-Polri, dan Forkopimda dapat melahirkan kebijakan serta strategi pengamanan yang lebih efektif untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat.

“Jadi, kita besok akan rapat dengan Pak Bupati dan semua unsur pimpinan yang ada di sini, di kabupaten ini,” pungkasnya.