Scroll untuk baca artikel
Info TNI

Krisis Pangan dan Air Melanda Tiga Distrik di Puncak, Koops TNI Habema Kirim Bantuan 2 Ton dan Tim Medis

×

Krisis Pangan dan Air Melanda Tiga Distrik di Puncak, Koops TNI Habema Kirim Bantuan 2 Ton dan Tim Medis

Sebarkan artikel ini
Personel Koops TNI Habema saat melakukan pendropan logistik ke pesawat (Foto: Nathan Making)

Timika, Torangbisa.com – Krisis pangan dan air bersih melanda tiga distrik di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yakni Distrik Agandugume, Distrik Honeri, dan Distrik Lambewi. Kondisi ini dipicu fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan berkepanjangan, suhu ekstrem, serta gagal panen di sejumlah kebun milik masyarakat.

Komandan Satgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Huhujanan, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai krisis tersebut beberapa hari lalu dan langsung diperintahkan Panglima Koops TNI Habema untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Fenomena El Nino menyebabkan kekeringan dengan suhu di daerah terdampak berkisar antara 2 hingga 9 derajat Celsius. Akibatnya, kebun-kebun masyarakat mengalami gagal panen sehingga memicu krisis pangan dan air di tiga distrik tersebut,” ujar Brigjen Stefie.

Sebagai langkah tanggap darurat, Koops TNI Habema mengirimkan sekitar 2 ton bantuan bahan pangan yang terdiri dari beras, mi instan, susu untuk bayi dan anak-anak, biskuit, gula, tepung, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Tak hanya itu, bantuan juga dilengkapi dengan tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang dilaporkan mulai mengalami gangguan kesehatan akibat dampak krisis.

“Berdasarkan laporan dari Danyon 600, ada beberapa masyarakat yang mengalami sakit. Karena itu, selain bahan makanan, kami juga mengirimkan tenaga medis untuk mengantisipasi kondisi kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Brigjen Stefie mengakui proses distribusi bantuan menghadapi tantangan yang sangat berat. Selain medan pegunungan yang ekstrem dan cuaca yang tidak bersahabat, wilayah tersebut juga masih memiliki potensi gangguan keamanan.

“Ketiga distrik ini merupakan daerah yang sangat terisolasi. Di samping medan dan cuaca yang ekstrem, kami juga menghadapi ancaman dari OPM berupa potensi tembakan. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah kami untuk segera memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat,” katanya.

Untuk menjangkau wilayah terdampak, Koops TNI Habema mengerahkan dua pesawat dan dua helikopter. Bantuan tahap pertama difokuskan ke Distrik Agandugume, kemudian akan dilanjutkan ke Distrik Honeri pada hari berikutnya dan Distrik Lambewi sehari setelahnya.

Menurut Brigjen Stefie, krisis pangan dan air mulai terjadi sejak 18 Juli 2026, berdasarkan laporan yang diterima dari Danyon 600.

Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga hingga kondisi kembali normal.

“Koops TNI Habema akan terus berupaya hadir bersama masyarakat untuk membantu mengatasi kesulitan yang mereka alami akibat krisis pangan dan air ini,” pungkasnya.