Timika, Torangbisa.com – Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, menegaskan bahwa tantangan pelayanan publik di Distrik Mimika Baru tidak bisa dinilai hanya berdasarkan jumlah penduduk yang tercatat secara administrasi.
Meski data Profil Monografi Distrik Mimika Baru mencatat jumlah penduduk sebanyak 145.570 jiwa, kenyataannya setiap hari distrik ini melayani aktivitas masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Mimika.
Sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, kesehatan, perhotelan, dan jasa, Mimika Baru menjadi tujuan utama masyarakat untuk bekerja, berdagang, berobat, bersekolah, mengurus administrasi, hingga menikmati berbagai fasilitas yang tersedia.
“Angka 145.570 jiwa adalah data administrasi. Tetapi yang kami layani setiap hari jauh melampaui angka itu. Aktivitas masyarakat di Mimika Baru berasal dari seluruh penjuru Mimika. Ada yang datang untuk bekerja, berdagang, berobat, bersekolah, mengurus administrasi, hingga menikmati berbagai fasilitas yang ada di sini. Sebagian bahkan masih ber-KTP distrik lain maupun kabupaten asalnya,” ujar Merlyn saat diwawancarai, Minggu (26/7/2026).
Menurut Merlyn, tingginya mobilitas masyarakat tersebut membuat beban pelayanan publik semakin kompleks. Pemerintah distrik tidak hanya dituntut memberikan pelayanan administrasi kepada warga, tetapi juga memastikan kebersihan lingkungan, ketertiban umum, penataan ruang publik, pemeliharaan drainase, hingga menciptakan kawasan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang beraktivitas di Mimika Baru.
Ia menjelaskan, tingginya volume sampah di kawasan pertokoan, pasar, hotel, restoran, pusat kuliner, hingga tempat hiburan merupakan dampak dari padatnya aktivitas masyarakat setiap hari. Kondisi itu tidak hanya berasal dari warga yang berdomisili di Mimika Baru, tetapi juga dari masyarakat yang datang dari berbagai distrik.
“Karena itu, menjaga Mimika Baru bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Hotel, restoran, pusat perbelanjaan, pelaku usaha, pengelola tempat hiburan, dan seluruh masyarakat yang beraktivitas di Mimika Baru juga memiliki tanggung jawab yang sama. Semakin tinggi aktivitas ekonomi dan sosial yang kita hadirkan, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menjaga lingkungan tetap bersih, tertib, dan nyaman,” tegasnya.
Merlyn menambahkan, berbagai tantangan tersebut tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah distrik sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparat keamanan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat agar kualitas pelayanan publik di Mimika Baru terus meningkat.
“Kalau Mimika Baru menjadi tempat kita bekerja, berdagang, mencari nafkah, menginap, berbelanja, dan menikmati berbagai layanan, maka Mimika Baru juga adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga kota ini bersama-sama. Karena Mimika Baru yang bersih, tertib, dan nyaman bukan hanya untuk warga Mimika Baru, tetapi untuk seluruh masyarakat yang setiap hari hidup dan beraktivitas di sini,” pungkas Merlyn.

















