Timika, Torangbisa.com – Program Bank Sampah MIRU yang digagas Distrik Mimika Baru terus menunjukkan perkembangan positif. Tidak hanya menjadi tempat jual beli sampah, program ini kini diarahkan menjadi sistem ekonomi sirkular berbasis masyarakat yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, menjelaskan bahwa saat ini masyarakat yang menjadi nasabah Bank Sampah MIRU masih menerima manfaat dalam bentuk tabungan atau nilai ekonomi dari sampah yang mereka setor.
Namun ke depan, manfaat tersebut akan diperluas melalui pengembangan Program MIRU GREEN. Hal tersebut disampaikan pada (16/7/2026) di Kantor Distrik Mimika Baru.
“Program Bank Sampah MIRU saat ini tidak hanya berorientasi pada transaksi jual beli sampah, tetapi sedang dikembangkan menjadi sistem ekonomi sirkular berbasis masyarakat,” ujar Merlyn.
Ia mengungkapkan, secara kumulatif hingga saat ini Bank Sampah MIRU telah berhasil mengelola sekitar 1.023 ton sampah. Dari jumlah tersebut, sekitar 16 ton material berhasil dipulihkan untuk didaur ulang, dengan total nilai transaksi hasil penjualan mencapai sekitar Rp33 juta.
Menurut Merlyn, capaian tersebut menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik melalui proses pemilahan sejak dari rumah.
Melalui Program MIRU GREEN, Distrik Mimika Baru juga tengah menyiapkan berbagai inovasi agar manfaat yang diterima masyarakat semakin besar. Nantinya, hasil tabungan dari sampah tidak hanya berbentuk uang, tetapi juga dapat ditukar dengan berbagai kebutuhan pokok.
Selain itu, program tersebut akan mencakup pengelolaan minyak jelantah, tabungan lingkungan, hingga berbagai bentuk insentif lainnya yang bertujuan mendorong masyarakat semakin aktif memilah sampah dari rumah.
“Dengan pengembangan ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” tutup Merlyn.
















