Scroll untuk baca artikel
Adveditorial

Dekranasda Mimika kembali Promosikan Kekayaan Papua Tengah di HUT Dekranas ke-46, Nella Manggara: Buka Mata Publik atas Potensi Daerah

×

Dekranasda Mimika kembali Promosikan Kekayaan Papua Tengah di HUT Dekranas ke-46, Nella Manggara: Buka Mata Publik atas Potensi Daerah

Sebarkan artikel ini
Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekransda) Kabupaten Mimika, Nella Manggara bersama pengurus saat bertugas menjaga Stand (Foto:Dok/Hum/torangbisa.com)

MAKASSAR, (torangbisa.com)  – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika kembali memperkenalkan kekayaan kerajinan dan produk unggulan khas Papua Tengah pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang digelar pada 9–12 Juli 2026 itu diikuti Dekranasda dari berbagai provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Keikutsertaan Dekranasda Mimika menjadi bagian dari komitmen untuk memperluas promosi produk kerajinan dan UMKM lokal agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua Bidang Kreatif dan Daya Saing Produk, Dekrasnda Mimika, Nur Ihfa Karupukaro bersama pengurus lainnya berfoto bersama

Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Mimika, Nella Manggara, mengatakan pameran nasional merupakan wadah strategis untuk memperkenalkan potensi kerajinan, budaya, dan kekayaan alam Mimika kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang pemasaran bagi para perajin dan pelaku UMKM.

“Keikutsertaan kami dalam HUT Dekranas merupakan bentuk komitmen untuk terus mempromosikan hasil karya perajin lokal. Kami ingin produk-produk khas Mimika semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar nasional bahkan internasional,” ujar Nella.

Pada pameran tersebut, Dekranasda Mimika menghadirkan berbagai produk unggulan, di antaranya ukiran khas Papua, anyaman noken, patung seni, mahkota adat, kerajinan berbahan kulit buaya, batu alam dan batu tambang yang diolah menjadi cendera mata, serta beragam produk olahan lokal.

Selain itu, turut dipamerkan produk-produk herbal unggulan Papua seperti minyak daun gatal, daun gatal kering, minyak buah merah, serta berbagai olahan pangan lokal yang menjadi kekayaan hayati Kabupaten Mimika.

Menurut Nella, seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil karya para perajin dan pelaku UMKM yang selama ini terus didorong untuk meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing produknya.

Ia menegaskan, keikutsertaan Dekranasda Mimika pada HUT Dekranas ke-46 bukan hanya untuk mempromosikan produk kerajinan, tetapi juga membuka mata publik bahwa Kabupaten Mimika memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat beragam serta bernilai ekonomi tinggi. Selama ini Mimika lebih dikenal sebagai daerah pertambangan, padahal daerah ini juga memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, kerajinan, dan produk olahan berbasis kearifan lokal.

“Kami ingin membuka mata masyarakat Indonesia bahwa Mimika tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki kekayaan budaya, karya seni, dan produk unggulan yang berkualitas. Melalui pameran ini, kami berharap semakin banyak pihak yang melirik potensi Mimika, baik untuk kerja sama, investasi, maupun pengembangan pasar bagi produk-produk UMKM dan para perajin lokal,” katanya disela-sela kegiatan.

Selama beberapa tahun terakhir, Dekranasda Mimika konsisten mengikuti berbagai pameran berskala nasional sebagai upaya memperluas promosi produk unggulan daerah. Pada Apkasi Otonomi Expo 2025, stan Dekranasda Mimika berhasil meraih penghargaan Stan Paling Atraktif berkat konsep pameran yang mengangkat kekayaan budaya Papua dan keberagaman produk lokal.

Memasuki tahun 2026, Dekranasda Mimika juga menghadirkan Teras Mimika di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, sebagai etalase promosi produk UMKM dan kerajinan khas Mimika kepada pasar nasional.

Keikutsertaan dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo juga menjadi bukti konsistensi Dekranasda Mimika dalam mempromosikan produk unggulan daerah. Stan Mimika saat itu menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi karena menampilkan berbagai produk khas seperti noken, ukiran, minyak daun gatal, minyak buah merah, hingga aneka kerajinan berbasis sumber daya alam Papua.

Melalui partisipasi pada HUT Dekranas ke-46 ini, Dekranasda Mimika berharap semakin banyak masyarakat Indonesia mengenal potensi Kabupaten Mimika, sehingga produk-produk unggulan daerah mampu menembus pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing UMKM, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan para perajin dan pelaku ekonomi kreatif di Papua Tengah.