Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Iming-iming Kerja di Freeport, 178 Pencari Kerja Mimika Diduga Jadi Korban Penipuan Berkedok Rekrutmen

×

Iming-iming Kerja di Freeport, 178 Pencari Kerja Mimika Diduga Jadi Korban Penipuan Berkedok Rekrutmen

Sebarkan artikel ini
178 pencari kerja di Mimika. Mereka diduga menjadi korban penipuan berkedok rekrutmen kerja, (Foto: Istimewa).

Timika, Torangbisa.com – Harapan ratusan pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Mimika untuk mendapatkan pekerjaan di lingkungan PT Freeport Indonesia (PTFI) berujung kekecewaan.

Sebanyak 178 pencaker diduga menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh tiga admin grup perekrutan bernama Maret-April Job.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Modus yang digunakan terbilang sederhana namun berhasil menarik banyak korban. Para admin menawarkan lowongan pekerjaan dengan persyaratan yang sangat mudah, bahkan hanya menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) tanpa dokumen pendukung lainnya.

Setelah bergabung ke dalam grup, para pencaker kemudian diminta menyetorkan sejumlah uang dengan nominal bervariasi sesuai posisi pekerjaan yang ditawarkan, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp8 juta.

Ironisnya, lowongan tersebut tidak disertai identitas perusahaan yang jelas, baik berupa PT maupun CV yang beroperasi di Mimika maupun daerah lainnya.

Salah satu korban, Yakobus Balubun, mengaku telah mengikuti proses perekrutan sejak Februari 2026. Ia mengaku dihubungi oleh salah satu admin yang menawarkan pekerjaan di area PTFI dan diminta menyetor uang sebesar Rp5 juta.

“Saya melamar sejak Februari, tetapi dimasukkan ke gelombang lima. Saya kemudian diminta transfer uang Rp5 juta untuk proses kerja,” ungkap Yakobus saat ditemui di Sentra Pelayanan Polres Mimika, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, beberapa kali ia mendapat panggilan untuk mulai bekerja, namun selalu berakhir dengan pembatalan. Pada Maret 2026 dirinya dijadwalkan masuk kerja, namun batal. Hal serupa kembali terjadi pada April 2026.

Kecurigaan semakin menguat ketika para pencaker menerima undangan kegiatan Family Gathering yang diklaim sebagai bagian dari proses rekrutmen.

Dalam undangan tersebut, peserta dijanjikan mengikuti wawancara, pemeriksaan kesehatan, pembuatan ID card, penandatanganan kontrak kerja, hingga pengenalan perusahaan di Hotel Horison Ultima Timika pada 15–20 Juni 2026.

Namun saat ratusan peserta mendatangi lokasi yang ditentukan, mereka mendapati tidak ada kegiatan sebagaimana yang dijanjikan.

“Kami datang ke hotel sesuai undangan, tetapi ternyata tidak ada kegiatan apa pun. Saat itulah kami sadar telah ditipu,” kata Yakobus.

Ia juga mengungkapkan bahwa para admin mengklaim telah bekerja sama dengan sembilan kontraktor di lingkungan PTFI.

Namun ketika para peserta meminta bukti dan kejelasan terkait lowongan tersebut, pertanyaan mereka tidak dijawab. Bahkan beberapa anggota yang kritis justru dikeluarkan dari grup.

Dari uang Rp5 juta yang telah ditransfer, Yakobus mengaku hanya menerima pengembalian sebesar Rp4,8 juta, sementara sisanya tidak dikembalikan.

Korban lainnya yang enggan disebutkan namanya mengaku menyetor Rp500 ribu untuk posisi Cleaning Service (CS). Ia bahkan sempat mengajak keluarga dan kerabatnya untuk ikut mendaftar karena mengira lowongan tersebut benar adanya.

“Saya tidak tahu kalau ini penipuan. Saya sudah transfer Rp500 ribu dan mengajak teman serta keluarga untuk ikut melamar. Ternyata mereka juga diminta transfer uang dan akhirnya sama-sama menjadi korban,” tuturnya.

Merasa dirugikan dan ditipu, ratusan pencaker akhirnya mendatangi Sentra Pelayanan Polres Mimika dengan membawa salah satu admin grup bernama Seli Wanma guna membuat laporan polisi.

Mereka berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan mengembalikan kerugian yang dialami para korban.

img class="alignnone size-full wp-image-34144" src="https://torangbisa.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260615-WA0247.jpg" alt="" width="1080" height="1350" />
Peristiwa

Timika, Torangbisa.com – Warga di sekitar Jalan Hasanuddin Ujung, Kota Timika, dikejutkan dengan kemunculan seekor buaya berukuran kecil yang ditemukan berada di tengah badan jalan, Jumat. Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga dan pengguna jalan setelah videonya beredar luas di media sosial.