Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Hj. Rampeani Rachman Prihatin atas Temuan Mayat Bayi di Pangkalan Sampah DLH SP2

×

Hj. Rampeani Rachman Prihatin atas Temuan Mayat Bayi di Pangkalan Sampah DLH SP2

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK mimika, Hj. Rampeani Rachman (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman, menyampaikan keprihatinannya atas penemuan mayat bayi yang ditemukan di kawasan pangkalan sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) SP2, Kabupaten Mimika.

Saat diwawancarai di kantornya, Jumat (12/06/2026), Rampeani menilai peristiwa tersebut merupakan tindakan yang sangat memprihatinkan dan tidak seharusnya terjadi.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Terkait penemuan bayi ini, sebenarnya merupakan salah satu perbuatan yang tidak terpuji. Bisa jadi pelaku berada dalam situasi dan kondisi yang sulit, namun bagaimanapun juga seorang anak adalah anugerah dari Tuhan yang harus dijaga dan dilindungi,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh perempuan, khususnya para ibu, untuk lebih mengedepankan hati nurani dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Menurutnya, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan membuang bayi, terlebih jika bayi tersebut merupakan amanah yang telah dipercayakan oleh Tuhan.

“Apapun kondisi dan status seorang anak, jangan pernah menjadikan anak sebagai korban. Jika bayi meninggal dunia sekalipun, perlakukan dan kuburkan secara layak sebagaimana mestinya seorang manusia,” katanya.

Rampeani menegaskan bahwa tanggung jawab seorang ibu terhadap anak tidak hanya berlaku selama hidup di dunia, tetapi juga memiliki nilai moral dan spiritual yang harus dipertanggungjawabkan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa tindakan membuang bayi merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun demikian, ia mengajak masyarakat untuk melihat persoalan tersebut dari sisi kemanusiaan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Saya mengajak seluruh perempuan untuk saling menguatkan dan saling mendukung dalam menghadapi persoalan hidup. Jangan sampai anak menjadi korban dari masalah yang dihadapi orang tuanya,” tuturnya.

Rampeani juga menyoroti pentingnya peran remaja dalam menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat berujung pada permasalahan sosial, termasuk kehamilan yang tidak diinginkan.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi saat ini membuat anak-anak dan remaja rentan terhadap pergaulan bebas jika tidak dibarengi dengan pengawasan dan pendidikan yang memadai.

“Usia remaja merupakan usia yang sangat rentan. Karena itu saya mengimbau kepada seluruh remaja untuk lebih menjaga diri, menjauhi pergaulan bebas, narkoba, dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan mereka,” ujarnya.

Ia juga meminta para orang tua untuk lebih aktif mengawasi dan mendampingi anak-anak mereka, serta memperkuat pendidikan agama dan nilai-nilai moral dalam keluarga.

“Perjuangan orang tua untuk membesarkan dan menyukseskan anak sangat luar biasa. Karena itu orang tua harus hadir dalam kehidupan anak-anaknya, memberikan perhatian, pengawasan, dan pendidikan agama agar mereka tidak menjadi korban dari dampak negatif perkembangan teknologi dan lingkungan pergaulan,” katanya.

Rampeani berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda, sehingga kasus pembuangan bayi maupun persoalan sosial lainnya dapat dicegah sejak dini.

“Saya mengajak seluruh remaja untuk aktif mengikuti kegiatan-kegiatan positif, terutama kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, sehingga kehidupan mereka dapat dibimbing oleh iman dan takwa sesuai agama dan keyakinan masing-masing,” pungkasnya.

Peristiwa

Timika, Torangbisa.com – Warga di sekitar Jalan Hasanuddin Ujung, Kota Timika, dikejutkan dengan kemunculan seekor buaya berukuran kecil yang ditemukan berada di tengah badan jalan, Jumat. Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga dan pengguna jalan setelah videonya beredar luas di media sosial.