Scroll untuk baca artikel
Mimika

Pemkab Mimika Fasilitasi Perdamaian Konflik Kwamki Narama, Prosesi Patah Panah Digelar Senin

×

Pemkab Mimika Fasilitasi Perdamaian Konflik Kwamki Narama, Prosesi Patah Panah Digelar Senin

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika terus berupaya menyelesaikan konflik yang terjadi di wilayah Kwamki Narama melalui pendekatan dialog dan adat. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah kedua kelompok yang bertikai sepakat untuk berdamai.

Hal itu disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat diwawancarai awak media usai menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XIII Kabupaten Mimika di Masjid Baiturrahman SP4, Distrik Wania, Jumat (12/06/2026).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Johannes mengatakan pemerintah daerah bersama unsur terkait telah menggelar pertemuan dengan kedua kelompok yang terlibat konflik, yakni kelompok Dang dan Newegalen.

“Terkait kasus Kwamki narama, kami Pemerintah Kabupaten Mimika bersama seluruh unsur terkait telah melaksanakan pertemuan dengan pihak-pihak yang bertikai. Dari hasil pertemuan tersebut telah disepakati bahwa pada hari Senin akan dilaksanakan perdamaian melalui prosesi adat patah panah,” ujar Johannes.

Menurutnya, prosesi patah panah merupakan simbol berakhirnya pertikaian dan menjadi tanda komitmen kedua belah pihak untuk menjaga perdamaian serta menghindari konflik lanjutan.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan perdamaian akan dilaksanakan langsung di lokasi yang sebelumnya menjadi tempat terjadinya konflik di wilayah Kwamki narama.

“Perdamaian akan dilaksanakan di lokasi kejadian sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengakhiri konflik dan membangun kembali hubungan yang harmonis antar kedua kelompok,” katanya.

Johannes berharap seluruh masyarakat dapat mendukung proses perdamaian tersebut dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengajak semua pihak untuk menahan diri serta mengedepankan musyawarah dan penyelesaian secara adat maupun hukum dalam menghadapi setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Dengan adanya kesepakatan ini, kami berharap tidak ada lagi konflik lanjutan dan masyarakat dapat kembali hidup berdampingan dengan damai,” pungkasnya.

Mimika

Timika, Torangbisa.com – Anggota DPRK Mimika, Rampeani Rachman, menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas galian C di Kabupaten Mimika setelah kewenangan penerbitan izin pertambangan batuan dialihkan ke Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Mimika

Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa keberadaan bangunan tanpa izin serta parkir liar di sejumlah titik di Kota Timika menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah.